Banyaknya Ungkap Kasus C3 di Lampung, Rifandy: Jangan Bangga Dengan Angka
Pengamat Hukum UBL, Rifandy Ritonga. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Polda Lampung dan Polres/ta jajaran berhasil meringkus 307 penjahat dari 334 ungkap kasus C3 (Curas, Curat dan Curanmor) selama Ops Sikat Krakatau 2023 yang berlangsung selama 14 hari mulai dari 15-29 Mei 2023.
Pengamat Hukum UBL, Rifandy Ritonga mengapresiasi, atas perolehan jumlah ungkap kasus tersebut. Namun, dirinya menegaskan Polda Lampung jangan cepat berpuas diri akan perolehan angka besar tersebut.
"Jangan sampai perolehan angka ini menjadi kebanggaan. Kenapa? karena semakin banyak jumlah dalam konteks penangkapan pelaku kejahatan, hal itu berbanding lurus bahwa suatu daerah atau wilayah itu marak kejahatan," kata Rifandy saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (30/5/2023).
Rifandy pun berharap, Polda Lampung terus membasmi kejahatan dan jangan hanya berpacu pada Ops Sikat Krakatau saja.
"Kita perlu ingat kembali bahwa ada berberapa tugas polisi yang berdekatan dan menyentuh masalah ini. Seperti, pencegahan kejahatan, penegakan hukum, dan perlindungan masyarakat," ucapnya.
Baca juga : Woww!! 14 Hari Operasi Krakatau, Polda Lampung Ringkus 307 Penjahat dan Sita 36 Senpi
Ia mengungkapkan ada beberapa faktor yang membuat seseorang menjadi pelaku kejahatan diantaranya faktor sosial, faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor pendidikan, faktor kebutuhan dan bahkan faktor pisikologis.
"Tapi, penting untuk diingat bahwa faktor-faktor ini tidak berlaku untuk setiap individu yang melakukan kejahatan, dan kejahatan itu sendiri adalah perilaku yang kompleks dengan banyak penyebab yang mungkin saling berinteraksi. Setiap kasus kejahatan perlu dianalisis secara individual untuk memahami faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi pelaku kejahatan tersebut," jelasnya.
Namun, ia mengungkapkan rata-rata pelaku kejahatan setiap ditangkap mengaku karena terdesak faktor ekonomi.
"Rata-rata demi mengisi perut kosong, makanya pencegahan harus dilakukan biar efektif. Dari situ kita bisa paham kenapa Indonesia khususnya Lampung masih tinggi kejahatannya. Bandingkan dengan negara lain seperti Singapura, Norwegia, Irlandia, Jepang itu rendah sekali tindak kejahatannya," jelasnya.
Oleh karena itu, Rifandy menegaskan jika ingin benar-benar menuntaskan kejahatan, semua pihak baik dari pemerintah hingga masyarakat harus terlibat dalam memberantas hal tersebut.
"Intinya tugas ini bukan hanya milik polisi kalau memang kita mau tuntaskan, tapi juga pemerintah dan kita semua," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Angkutan Online Menjamur, Penghasilan Angkot Kian Merosot
Berita Lainnya
-
Prodi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Terima Kunjungan Edukatif SMA IT Permata Bunda Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Putri Hijabfluencer Lampung 2026, Siap Wakili Lampung ke Tingkat Nasional
Minggu, 17 Mei 2026 -
CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian kepada Masyarakat 'AI for Metaverse Creation' di SMKN 2 Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026








