Lampung Dapat Bantuan Dari Kementan Untuk Sarpodi dan Bibit Kedelai Seluas 5000 Hektar
Selasa, 13 Juni 2023 - 16.26 WIB
93
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi saat dimintai keterangan di Universitas Lampung. Selasa, (13/6/2023). Foto: Yudha/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendapat bantuan berupa bibit kedelai serta sarana produksi (Saprodi) seluas 5000 hektar, hal itu telah dianggarkan dalam APBN 2023 melalui Kementrian Pertanian (Kementan).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi menerangkan, bahwa Pemprov Lampung memiliki program pengembangan bibit kedelai agar tidak bergantung pada kedelai impor.
Oleh karena itu, dalam program pengembangan kedelai, bibitnya dibantu oleh Kementan dan dalam revitalisasi.
"Bahwa revitalisasi itukan terkadang tinggi, turun (hasil produksi kedelai), dan kita coba tinggikan lagi maka dibutuhkan bibit, maka kita kerjasama pusat Pemda Kabupaten harus kerjasama agar petani menanam kedelai," kata Kusnardi saat dimintai keterangan di Universitas Lampung. Selasa, (13/6/2023).
Bantuan-bantuan dari Kementrian Pertanian tersebut, akan didistribusikan kepada kelompok petani di Provinsi Lampung. "Pak Mentri juga menawari 20 ribu hektare lagi akan dikasih, tapi mudah-mudahan ada," ucapnya.
Pihaknya akan mencoba melakukan, pendekatan kepada para petani agar lahanya dapat ditanami dengan kedelai, setiap potensi lahan akan diupayakan.
"Jadi itu akan didistribusikan tergantung potensi wilayahnya, kalau didistribusikan sembarang malah mereka gak nanem jadikan sayang, yang mau menanam dan membudidayakan kita berikan bantuan itu," jelasnya.
Pada tahun 2023, Provinsi Lampung telah mendapatkan bantuan bibit dan Saprodi 5000 hektar, apabila hal itu telah terealisasi, maka pihaknya akan coba mengusulkan kembali kepada Kementan.
Yang menjadi problem penaman kedelai adalah soal harga menurutnya, dikarenakan saat ini pasokan kedelai di Indonesia berasal dari luar negri.
"Kedelai problem utamanya itu diharga, karena inikan dengan kedelai impor, maka kita coba inisiatif mengundang Mentri Perdagangan dan Mentri pertanian, jadi kedelai harus kita kembangkan jangan bergantung dengan impor, makanya mempertemukan 2 Mentri dan Komisi IV DPR RI," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : Tarif Tol Ruas Bakter Naik, Pengendara Lebih Pilih Jalur Arteri Hingga Singgung Kualitas Jalan
Berita Lainnya
-
Prodi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Terima Kunjungan Edukatif SMA IT Permata Bunda Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Putri Hijabfluencer Lampung 2026, Siap Wakili Lampung ke Tingkat Nasional
Minggu, 17 Mei 2026 -
CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian kepada Masyarakat 'AI for Metaverse Creation' di SMKN 2 Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026








