• Sabtu, 22 Juni 2024

Kunjungi DPC PDI Perjuangan Tubaba, Dwinan Rahmandi: Rapatkan Barisan Menangkan PDI Perjuangan

Senin, 10 Juli 2023 - 22.26 WIB
2k

Dwinan Rahmandi saat melakukan kunjungan ke DPC PDI Perjuangan Tulang Bawang Barat (Tubaba), Senin (10/7/2023). Foto: Istimewa

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat - Dwinan Rahmandi selaku Direktorat DPP Banteng Muda Indonesia sekaligus Bakal Calon Legislatif di kontestasi politik 2024 melakukan kunjungan dan silahturahmi ke DPC PDI Perjuangan Tulang Bawang Barat (Tubaba), Senin (10/7/2023).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ponco Nugroho dan jajaran Fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang beserta Komunitas Juang.

Dalam ajang silahturahmi tersebut, Dwinan Rahmandi menyapa para kader PDI Perjuangan Tulang Bawang Barat serta melakukan diskusi mengenai pertanian.

"Saya disini hadir untuk bersilahturahmi sekaligus memanaskan mesin Partai, tadi juga dilakukan diskusi mengenai pertanian karena rata-rata masyarakat disini adalah petani, baik itu singkong, padi dan tanaman perkebunan lainnya," kata Dwinan Rahmandi.


Dwinan menjelaskan, dirinya sebagai kader PDI Perjuangan siap memenangkan Ganjar Pranowo di kontestasi Pilplres 2024.

"Disini saya sebagai kader muda PDI Perjuangan sekaligus Bakal Calon Legislatif DPR-RI Daerah Pemilihan 2 siap memenangkan Pak Ganjar Pranowo di Tahun Politik 2024," lanjutnya.

"Hal ini sesuai sesuai dengan amanat partai dan saya juga tidak bisa bergerak sendiri, tapi butuh bantuan dari kader-kader PDI Perjuangan khususnya di Tulang Bawang Barat ini, baik dari tingkat DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, Komunitas juang dan simpatisan di lapis akar rumput" tambah politisi muda tersebut.

Selain itu, pertanyaan-pertanyaan terlontar saat diskusi mengenai pertanian berlangsung.

Samsi, Pengurus PAC Kecamatan Pagar Dewa menanyakan mengenai pupuk subsidi yang dirasa langka.

Menanggapi hal itu, Dwinan Rahmandi yang juga adalah Pegiat Petani Milenial menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi yang beredar sekarang dibatasi dengan adanya Permentan 10.

"Sebelum pupuk subsidi dikatakan langka, bapak ibu harus tahu terlebih dahulu bahwa pupuk bersubsidi sekarang jenisnya hanya 2 yaitu NPK & Urea, itupun hanya 9 komoditas yang hanya mendapat subsidi pupuk. Dari ke sembilan komoditas tersebut, singkong tidak masuk di dalamnya, dari pemetaan komoditas pertanian di kabupaten tulang bawang barat inipun dominan di tanaman singkong," terangnya.

"Keluhan ini sebenarnya sudah banyak kami dengar di bawah, banyak petani yang mengeluhkan singkong yang tidak dapat subsidi. Kami berusaha menyiasatinya melalui program klinik pertanian dengan memberikan pelatihan-pelatihan pembuatan pupuk organik yang menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar" pungkasnya. (*)