Kejati Lampung Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Lampura
Puluhan massa dari Aliansi Keramat Lampung saat menggeruduk Kejati Lampung untuk menanyakan perihal laporan mereka. Foto: Martogi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Puluhan orang
yang tergabung dalam Aliansi Keramat Lampung geruduk Kejati Lampung, Kamis
(27/7/2023).
Para demonstran tersebut mendesak Kejati
Lampung untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lampung Utara.
Dimana dalam tuntutannya, Aliansi Keramat
Lampung mendesak Kejati Lampung agar segera menetapkan tersangka yang terlibat
dalam perkara dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lampura tersebut.
Koordinator lapangan aksi Aliansi Keramat
Lampung, Sando mengatakan Kejati Lampung sangat lambat dalam memproses dan
menindak oknum-oknum pada perkara dugaan korupsi tersebut.
"Proses pelaporan pengaduan yang kami
lakukan ke Kejati Lampung ini sudah sejak tiga bulan lalu diterima, tapi sampai
sekarang belum ada kejelasan," ujarnya.
Dirinya pun meminta Kajati Lampung agar tegas
dan tidak tebang pilih untuk menegakkan keadilan dalam kasus dugaan korupsi
tersebut.
"Jadi laporan kami berdasarkan temuan
audit BPK Tahun Anggaran 2022, ada Rp1,7 miliar diduga sebagai kebocoran
anggaran negara," ucapnya.
Atas hal itu, pihaknya mendesak Kejati Lampung
supaya cepat menetapkan para tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Jika tidak kami akan segera melayangkan laporan kembali ke Kejaksaan
Agung," jelasnya.
Sementara itu, Asintel Kejati Lampung,
Aliansyah membenarkan pihaknya menerima laporan pengaduan dugaan penyimpangan
anggaran di Sekretariat DPRD Lampung Utara.
Namun, pihaknya masih melakukan proses
pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).
"Kita sudah panggil sampai ke mantan
pejabat di Sekretariat DPRD Lampung Utara, masih pulbaket jadi kita memeriksa
beberapa orang," ucapnya.
Aliansyah menegaskan proses penyelidikan kasus
tersebut akan terus berjalan dan pihaknya masih menelusuri terkait penggunaan
anggaran di Sekretariat DPRD Lampung Utara.
"Ini masih jalan belum selesai, karena memang anggarannya cukup besar, jadi kita menelusuri kemana penggunaan anggaran tersebut," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Konsumsi Sabu, Oknum Pimred Media Hanya Direhabilitasi
Berita Lainnya
-
Aksi Bajing Loncat di Jalan Ir Sutami Terekam Dashcam, Karung Muatan Dijatuhkan dari Truk
Selasa, 23 Desember 2025 -
Operasi Senyap KPK di Akhir Tahun, OTT Beruntun Ungkap Dugaan Korupsi di Sejumlah Daerah
Jumat, 19 Desember 2025 -
KPK Sita Dokumen dari Rumah Dinas dan Kantor Bupati serta Kantor Dinas Bina Marga Lampung Tengah
Rabu, 17 Desember 2025 -
Dugaan Penimbunan Solar, Fortuner Bertangki Modifikasi Diamankan Polisi
Selasa, 16 Desember 2025









