Dinas ESDM Lampung: Penggunaan My Pertamina Membuat Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran
Kendaraan yang tengah antre untuk mengisi BBM di SPBU Sukabumi. Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Lampung menyebutkan jika penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai
dari Bio Solar dan Pertalite hingga saat ini masih dibawah kuota, salah satunya
disebabkan sudah dipakainya aplikasi My Pertamina.
Kabid Energi pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Sopian Atiek mengatakan, jika penyaluran kedua jenis BBM bersubsidi tersebut masih berada dibawah kuota yang telah ditentukan oleh Pertamina Patra Niaga.
"Untuk solar penyalurannya sudah sebanyak 458.389 kilo liter (KL) atau sudah 57,27 persen sementara kuotanya tahun ini 833.991 KL. Ini masih aman karena seharusnya di Juli penyaluran nya sudah berada diangka 58 persen," kata dia saat dimintai keterangan, Rabu (2/8/2023).
Sementara itu untuk penyaluran pertalite sendiri berada diangka 440.040 KL atau 52,24 persen dari kuota yang diberikan pada tahun 2023 ini sebanyak 842.237 KL.
"Masih rendah nya penyaluran ini salah satu nya dipengaruhi oleh penggunaan My Pertamina sehingga BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Karena pada tahun lalu saja di bulan Maret penyaluran sudah mencapai 120 persen dari kuota bulanan," paparnya.
Pada kesempatan tersebut ia mengatakan jika pihaknya akan akan melakukan rapat evaluasi pada akhir Agustus. Rapat evaluasi tersebut guna memastikan apakah akan ada penambahan kuota terlebih menghadapi natal dan tahun baru.
"Penggunaan BBM tertinggi nanti akan ada di Desember karena ada Nataru. Nanti di Agustus kita rapatkan lagi apakah akan ada penambahan kuota. Apalagi Lampung merupakan daerah perlintasan sehingga tidak bisa disamakan dengan daerah lain," imbuhnya.
Sopian juga mengatakan jika pihaknya secara rutin selalu melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi. Hal tersebut guna meminimalisir adanya praktek penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Pengawasan tiap bulan dilakukan oleh dinas ESDM, sementara ada tim yang terdiri dari berbagai instansi itu tiap 3 bulan. Kalau dinas itu tiap bulan paling tidak ke tiga atau empat daerah kita gilir. Kadang juga kita sidak kalau ada gejolak dilapangan," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : Buron Selama 8 Tahun, Pelaku Pembunuhan Istri Ditangkap
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








