Lahan Seluas Hampir Satu Hektar Dekat Pantai Baturame Lamsel Kebakaran
Petugas Dinas Damkarmat Lamsel saat berjibaku ditengah kebakaran lahan di dekat Pantai Baturame, Way Urang, Kalianda. Jumat (8/9/2023) malam. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kebakaran melanda sebuah
lahan seluas sekitar satu hektare di dekat Pantai Baturame, Kelurahan Way
Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (8/9/2023) malam.
Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lamsel, M Sefri Masdian mengatakan, kejadian kebakaran lahan yakni pada Jumat (8/9) malam, sekitar pukul 18.40 WIB.
"Tim Damkarmat Posko Kalianda mendapat laporan kebakaran lahan pukul 18.50 WIB, dan langsung meluncur ke lokasi," ujar Kadis saat dikonfirmasi, Sabtu (9/9) pagi.
Sefri melanjutkan, sejumlah 2 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman api yang tengah berkobar.
Berikut petugas piket dari Regu 1, yakni Toto S selaku komandan regu bersama, Basithul M, Suhendar, Arfa robi, Yuda PA, Halimun, Abiem SP, dan Hengky TD.
Berselang 6 menit kemudian, tepatnya pukul 18.56 WIB, tim pemadam tiba di tempat kejadian karena letak posko dan TKP tak begitu jauh.
"Luas lahan yang terbakar api diperkirakan sekitar 1 hektare, posisinya bersebelahan sepanjang Pantai Baturame," sambung Sefri.
Sefri menambahkan, usai kurang lebih 2 jam berjibaku dengan api akhirnya petugas bisa menjinakkan si jago merah yang mengamuk ditengah lahan.
"Alhamdulillah sekira pukul 20.49 WIB petugas berhasil memadamkan api," urainya.
Disoal sumber api yang memicu terjadinya kebakaran lahan tersebut, Sefri menyebutkan ada dua kemungkinan.
"Dugaan sementara dari puntung rokok yang dibuang sembarangan, tapi karena kebakaran ditengah lahan bisa juga dari membakar sampah," cetusnya.
Sefri merincikan, secara umum ada dua jenis penyebab kebakaran, pertama, faktor alam yaitu meletusnya gunung api, kemudian petir.
Kedua, faktor non alam karena kelalaian manusia, bisa dari membakar sampah, lilin, serta korsleting arus listrik.
"Makanya kita semua harus waspada, apabila ada yang membakar sampah jika ditinggal pergi pastikan api sudah padam," ulasnya.
Pada musim kemarau ini, Sefri menghimbau, agar masyarakat mewaspadai terjadinya kebakaran akibat faktor kelalaian manusia.
"Di puncak musim kemarau antara bulan Agustus dan September saya menghimbau, kepada seluruh masyarakat untuk hati-hati karena kebakaran ini mayoritas disebabkan oleh kelalaian manusia," tandas Kadis Damkarmat.
Dari data yang dilansir Dinas Damkarmat Lamsel, dalam sehari yaitu Jumat (8/9) kemarin, total ada 3 kebakaran lahan yang sudah ditangani oleh petugas pemadam.
Diantaranya, sekitar pukul 13.00 WIB, pemadaman kebakaran lahan di KM 9 Tol Bakter, Kecamatan Penengahan. Lalu, sekira pukul 15.00 WIB, melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Palas.
Terakhir, pukul 18.50 WIB, menangani kebakaran lahan di Pantai Baturame, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda. (*)
Berita Lainnya
-
Tujuh Hari Tak Ditemukan, Pencarian Nelayan Korban Tabrak Kapal Kargo di Lampung Dihentikan
Selasa, 12 Mei 2026 -
Triwulan I 2026 PAD Lampung Selatan Tembus Rp 66,8 Miliar, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama
Selasa, 05 Mei 2026 -
Perahu Ditabrak Kapal Kargo, Satu Nelayan Hilang di Perairan Kalianda Lamsel
Selasa, 05 Mei 2026 -
Polisi Ringkus Pelaku Curat di Katibung Lamsel, Satu Pelaku Masuk DPO
Sabtu, 02 Mei 2026








