90 Pohon Tumbang Terjadi di Bandar Lampung, Kerugian Capai Rp76 Juta
Kepala BPBD Bandar Lampung, Ahmad Husna, Selasa (3/10/2023). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bandar Lampung mencatat dari Januari 2023 hingga saat ini terdapat 90 pohon tumbang terjadi di kota setempat.
Dari kejadian pohon tumbang tersebut, BPBD menaksir bahwa kerugiannya mencapai Rp76,700.000.
"Januari 2023 hingga hari ini sudah ada 90 pohon tumbang yang itu tersebar di seluruh kecamatan di kota Bandar Lampung, dengan kerugian diperkirakan capai Rp76,700.000," ujar Kepala BPBD Bandar Lampung, Ahmad Husna, Selasa (3/10/2023).
Husna pun mengaku hang paling banyak terjadi pohon tumbang pada Februari, yaitu pada saat musim penghujan.
"Namun, untuk selama El Nino sendiri dimana musim kemarau disertai angin kencang itu ada 13 kejadian pohon tumbang yang rata-rata menutup jalan protokol," ujarnya.
Dalam menanggulangi pohon tumbang tersebut, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Begitu dapat laporan ada pohon tumbang kita segera evakuasi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dengan adanya kejadian tersebut," kata dia.
Husna mengklaim bahwa dari jumlah kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kerusakan materil, karena semuanya tumbang di jalan raya dan kebetulan tidak ada pengendara yang melintas saat kejadian.
"Untuk sekarang rata-rata pohon tumbang ini kaena dampak dari El Nino, yaitu angin yang kencang meniup pohon yang mungkin akarnya tidak kokoh," jelasnya.
Oleh karenanya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DLH untuk memantau mana pohon yang tidak layak untuk kekokohannya atau sudah mulai tua itu akan dilakukan pemangkasan.
"Tapi apabila tidak memungkinkan maka terpaksa akan dirobohkan dan diganti dengan yang baru," sambungnya.
Husna menegaskan, pohon itu untuk penghijauan alias di pinggir jalan itu akan dipantau oleh DLH. Namun jika pohon itu sengaja ditanam oleh warga di pekarangan rumahnya maka itu diminta warga merawatnya.
"Maka kita juga menghimbau kalau di pekarangan rumah untuk dapat dirawat dan dipangkas oleh warga tersebut, jangan sampai nanti dapat membahayakan warga lainnya," tandasnya.
Sementara Syifa, warga Bandar Lampung meminta agar dinas terkait agar lebih rutin lagi merawat dan melakukan pemangkasan, terlebih saat ini kondisi anginnya kencang baik siang maupun malam.
"Karena kita takutnya pohon itu kalau tidak dirawat dapat membahayakan warga. Jangan sampai nunggu ada korban dulu baru ada perawatan," ucapnya. (*)
Berita Lainnya
-
Prodi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Terima Kunjungan Edukatif SMA IT Permata Bunda Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Putri Hijabfluencer Lampung 2026, Siap Wakili Lampung ke Tingkat Nasional
Minggu, 17 Mei 2026 -
CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian kepada Masyarakat 'AI for Metaverse Creation' di SMKN 2 Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026








