Erick Thohir Mengutuk Keras Pembakaran Taman Nasional Way Kambas
Penampakan hewan trenggiling yang mati terpanggang akibat kebakaran melanda TN Way Kambas. Foto: Dok TNWK
Kupastuntas.co, Lampung Timur – Kabar duka datang dari Taman Nasional Way Kambas yang terletak di Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur, habitat tempat gajah dilindungi itu mengalami kebakaran hebat selama dua bulan terakhir. Akibatnya Bayi-bayi satwa liar mati mengenaskan.
Kebakaran yang terjadi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur dilakukan oleh pemburu satwa liar. Dikutip dari detikcom, kebakaran menghanguskan lahan seluar 200 hektare di enam titik.
Satwa yang mati terbakar di antaranya trenggiling. Selain itu ada beberapa satwa lainnya yang juga terbakar dengan hanya menyisakan tulang-belulang.
Menanggapi hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengutuk keras terhadap pembakaran hutan TNWK.
"Mengutuk keras perusakan, pembakaran, dan pembunuhan hewan dengan sengaja di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Berdoa untuk keselamatan semua hewan di sana, termasuk bayi badak Sumatera yang baru lahir beberapa waktu lalu," tulis Erick dikuti dari akun Instagramnya, Kamis (5/10/23).
Dia juga mengunggah sejumlah foto kebakaran yang terjadi di TNWK Lampung Timur dilakukan oleh pemburu satwa liar. Kebakaran menghanguskan lahan seluar 200 hektare di enam titik.
Humas Taman Nasional Way Kambas, Sukatmoko mengatakan sejumlah satwa yang mati kondisi tidak bisa dikenali.
"Tidak ada satwa besar yang mati, namun ada beberapa satwa kecil seperti trenggiling dan ular yang kami temukan mati. Ada juga beberapa satwa lainnya yang kondisi hanya sisa tulang belulang saja," kata dia, Rabu (4/10/2023).
Dia menyatakan, penyebab terbakarnya 200 hektare lahan di TNWK karena ulah pemburu liar yang sengaja membakar lahan untuk memasang perangkap.
"Pemburu liar sengaja membakar karena nantinya memudahkan mereka untuk memasang perangkap ketika rerumputan liar mulai tumbuh kembali," ujarnya.
Menyikapi hal tersebut, pihak Taman Nasional Way Kambas bekerja sama dengan TNI-Polri untuk memburu para pelakunya.
"Iya kami bekerja sama melakukan penyelidikan terkait aktifitas pembakaran yang dilakukan oleh para pemburu ini. Kami bekerja sama dengan TNI-Polri tentunya," imbuh Sukatmoko.
Saat ini pihak TNWK masih berupaya memantau titik-titik api agar tidak menyebar ke banyak lahan lainnya. Sementara itu, diperkirakan luasan lahan yang terbakar bisa melebihi 200 hektare setelah pemetaan selesai dilakukan. (*)
Berita Lainnya
-
Posko Masjid Ramah Pemudik UIN RIL Berikan Pelayanan Humanis
Rabu, 25 Maret 2026 -
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026 -
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026 -
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dishub Lampung Siapkan Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif
Senin, 23 Maret 2026








