Pemerintah Berencana Berikan Grasi Massal untuk Narapidana Narkoba, Begini Kata Kepala BNN
Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose saat kunjungan ke Loka Rehabilitasi BNN Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (17/10). Foto: Handika/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kepala Badan Narkotika
Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose menyebut
rencana Pemerintah menyiapkan grasi massal untuk narapidana kasus narkoba belum
final.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, penyiapan grasi massal
mengingat kapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas) over kapasitas.
Mahfud menyatakan, ada sekitar 270 ribu orang narapidana di
seluruh Indonesia, dan kisaran 51 persen dari jumlah tersebut merupakan
narapidana yang terlibat kasus narkoba.
"Rencana pemberian grasi massalnya itu kan diusahakan
sebelum 2024 berakhir itu sudah bisa dilaksanakan, tetapi ini sekarang baru
pada tingkat Nenkopolhukam dengan para menteri," kata Mahfud MD, Kamis
(12/10/2023).
Disoal mengenai pernyataan Menkopolhukam saat kunjungan ke Loka
Rehabilitasi BNN Kalianda, Lampung Selatan, Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus
Reinhard Golose menjawab, persiapan grasi massal belum final.
"Kita waktu itu hasil rapat terbatas, nanti kita harus
dibahas lagi ada rapat-rapat (selanjutnya)," kata Kepala BNN RI, Selasa
(17/10).
Sebelumnya, Petrus R Golose bertandang ke Loka Rehabilitasi
Kalianda pada Selasa (17/10) siang, dan sempat melihat-lihat fasilitas yang
tersedia di loka tersebut.
"Saya mengapresiasi Loka yang ada di Kalianda ini, karena
ternyata setelah saya berkunjung kesini program yang mereka lakukan luar biasa
dan banyak menyelamatkan orang," cetusnya.
Petrus R Golose mengapresiasi kinerja pegawai Loka Rehabilitasi,
sebagai wujud bakti kepada negara dalam rangka menyelamatkan nyawa manusia.
"Sehingga saya katakan bahwa dengan dia bekerja seperti
ini, pertama untuk karyawan mereka betul-betul berbakti untuk negara dan
berbakti langsung menolong jiwa-jiwa yang harus di selamatkan," lanjutnya.
Petrus R Golose juga menyebutkan, program yang ada di Loka
Rehabilitasi Kalianda diantaranya kerajinan tangan, hidroponik, lebah madu,
kemudian barista coffee merupakan hal yang bagus.
Di penghujung, Petrus R Golose berpesan, klien yang menjalani
rehabilitasi di Loka Kalianda bisa merubah menjadi pribadi yang lebih baik
lagi.
"Tetapi yang paling penting mereka bisa merubah dirinya
sendiri, dan mereka bisa merubah siap kembali berada dalam kehidupan sosial di
masyarakat," tandas Kepala BNN RI. (*)
Berita Lainnya
-
Libur Paskah, Ratusan Ribu Penumpang Padati Penyeberangan Merak–Bakauheni
Minggu, 05 April 2026 -
Parkiran Pantai Sanggar Beach Lamsel Tak Aman, Mobil Brio Raib
Kamis, 02 April 2026 -
Antrean Truk di Pelabuhan Bakauheni Capai 3 Km, Polisi Terapkan Delay System
Selasa, 31 Maret 2026 -
Lebih dari 1,1 Juta Penumpang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Selama Operasi Ketupat Krakatau 2026
Senin, 30 Maret 2026








