Realisasi Investasi Lampung Urutan ke Tujuh di Pulau Sumatera
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri. Foto: Dik/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Realisasi investasi Provinsi Lampung hingga triwulan ke III tahun 2023 mencapai angka Rp7.903.190.720.000 atau 71,84 persen dari target yang ditentukan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp11 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri mengatakan, nilai investasi pada Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) diluar dari beberapa sektor.
Diantaranya ialah investasi dari sektor hulu migas, perbankan, lembaga keuangan non bank, asuransi, sewa guna usaha, industri rumah tangga, usaha mikro, dan usaha kecil.
"Realisasi investasi Sumatera triwulan III Provinsi Lampung berada di urutan ketujuh. Urutan pertama adalah Riau kemudian Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Aceh," kata dia saat dimintai keterangan, Senin (6/11/2023).
Sementara itu, realisasi investasi Provinsi Lampung triwulan ke III yaitu pada bulan Juli sampai dengan September sebesar Rp1,91 triliun.
"Untuk penanaman modal asing (PMA) Lampung berada di peringkat 5 di Sumatera dan peringkat 23 nasional. Dengan 276 proyek dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 572 TKI dan 5 TKA," jelasnya
Selanjutnya untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), Lampung berada di peringkat 9 di Sumatera dan peringkat 26 untuk nasional. Dengan 1.618 proyek dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.202 TKI dan 0 TKA.
"Untuk PMDN sendiri Kota Bandar Lampung menyumbang realisasi terbesar yaitu Rp373 miliar. Dimana sektor industri makanan menyumbang realisasi sebesar Rp116 miliar," jelasnya.
Kemudian diikuti oleh Kabupaten Lampung Tengah Rp193 miliar dengan sektor terbesar yaitu industri makanan sebesar Rl114 miliar. Kemudian Lampung Selatan Rp142 miliar, Way Kanan Rp90 miliar dan Tulang Bawang Rp67 miliar.
"Untuk PMA Bandar Lampung menyumbang realisasi sebesar Rp377 miliar terbesar sektor transportasi gudang dan telekomunikasi Rp209 miliar," kata dia.
"Kemudian Lampung Tengah Rp115 miliar, Lampung Selatan Rp87 miliar, Way Kanan Rp72 miliar dan Tanggamus Rp34 miliar," sambungnya.
Menurut Yudhi realisasi investasi di Lampung pada triwulan III terbesar disumbang oleh industri makanan Rp796 miliar yaitu berupa pengolahan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan. Selanjutnya yaitu sektor telekomunikasi berupa aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.
"Sektor ketahanan pangan, perkebunan dan peternakan menjadi penyumbang ketiga. Dimana Lampung sebagai daerah penghasil produk primer sekaligus sebagai sentra bahan baku bagi sektor hilirisasi," jelasnya.
Menurutnya, PMA terbesar yang berinvestasi di sektor industri makanan yaitu pengolahan produk primer yang dihasilkan dari Lampung selanjutnya sektor telekomunikasi yaitu Indosat (Singapura) dan XL Axiata (Malaysia).
"Untuk negara Swaziland merupakan negara di Afrika Selatan yang tahun ini berinvestasi di sektor perdagangan dan reparasi," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








