61 Desa di Lampung Belum Terapkan Smart Village
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Zaidirina, saat dimintai keterangan dilingkungan kantor Gubernur Lampung, Selasa (28/11/2023). Foto: Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Pemberdayaan
Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) menyebutkan, jika masih tersisa 61 desa
yang ada didaerah setempat belum menerapkan smart village.
Smart village sendiri merupakan pembangunan desa yang berbasis terhadap penerapan teknologi tepat guna. Sehingga diharapkan desa bisa melakukan berbagai capaian terobosan guna memenuhi kualifikasi untuk menjadi desa mandiri.
Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung, Zaidirina mengatakan, jika jumlah desa yang ada didaerah setempat mencapai 2.456 desa dan masih ada 61 desa lagi yang belum menerapkan smart village.
"Di Lampung untuk smart village per hari ini sudah 97 persen desa-desa di Lampung sudah menerapkan smart village. Dari 2.456 desa sisanya 61 desa yang belum menerapkan," katanya saat dimintai keterangan, Selasa (28/11/2023).
Menurutnya, desa yang belum menerapkan smart village tersebut tersebar dibeberapa daerah. Seperti di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Utara dan juga Tanggamus.
"Sisa 3 persen yang belum menerapkan ini ada di Pesisir Barat, Lampung Utara dan Tanggamus. Itu nanti akan kita selesaikan harus sudah smart village, karena manfaat nya sangat-sangat dirasakan oleh masyarakat," sambungnya.
Zaidirina mengatakan jika kendala yang dihadapi oleh 61 desa tersebut ialah keterjangkauan serta kondisi jaringan yang belum memadai untuk dapat menerapkan program smart village.
"Kendala nya itu sebetulnya keterjangkauan dan memang sinyal ada yang kurang kuat. Sedangkan ada beberapa menu yang sinyal nya harus kuat seperti pelayanan. Ini yang kita sedang carikan beberapa upaya," sambungnya.
Pada kesempatan tersebut ia juga mengatakan jika dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengadakan rapat koordinasi bersama dengan seluruh kepala desa yang ada di Lampung.
"Kita akan ada rakor kepala desa se-Lampung, disitu nanti pak gubernur akan memberikan arahan dan juga bantuan supaya dimanfaatkan untuk smart village. Jadi yang belum harus ada dan mulai," kata Zaidirina.
Menurutnya, menu yang tersedia di smart village masih bisa untuk terus dikembangkan yang disesuaikan dengan potensi yang ada di masing-masing desa.
"Smart village ini kita buat menu nya terbuka, jadi bisa terus di update dan dibangun yang disesuaikan dengan potensi desanya masing-masing. Jadi bisa terus ditambah misal terkait dengan lingkungan hidup hingga pariwisata," katanya.
Seperti diketahui smart village merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa.
Smart Village adalah cara untuk mewujudkan Desa Mandiri. Desa Mandiri adalah desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar, punya infrastruktur memadai, serta punya pelayanan umum dan pemerintahan yang sangat baik. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








