• Jumat, 01 Maret 2024

Dari Timur Indonesia, Wamentan RI Ajak Generasi Muda Berperan dalam Pembangunan Pertanian

Sabtu, 02 Desember 2023 - 08.26 WIB
26

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat menyambangi Politeknik Pertanian (Polbangtan) Manokwari. Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Manokwari - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) berkomitmen terus memfasilitasi generasi milenial terjun menjadi petani dan wirausaha muda pertanian. 

Dalam rangka kunjungan kerja di Papua Barat, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menyambangi Politeknik Pertanian (Polbangtan) Manokwari.

Pada kesempatan tersebut Harvick meminta agar generasi muda dapat mengambil peranan dalam pembangunan pertanian di Indonesia Timur.

Pihaknya optimistis, kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif akan mampu mengawal pembangunan pertanian cemerlang, Indonesia gemilang.

Menurut Wamentan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia agar petani milenial yang merupakan generasi penerus petani harus terus digaungkan.

Ia mengaku prihatin dengan data BPS jumlah petani terdapat dari 33,4 juta petani Indonesia tetapi hanya terdapat 2,7 juta generasi muda yang terlibat langsung dalam bidang pertanian.

"Jadi Polbangtan di Kementerian Pertanian hadir tentunya untuk terus mewujudkan regenerasi petani agar anak muda tertarik berkarir di bidang agriculture, bukan hanya on farm tapi off farm seperti harapan Presiden Jokowi sampai ke hilirisasi," sebut Harvick.

Lebih lanjut, Harvick berharap pencapaian-pencapaian pemerintah dapat diimbangi dengan pengetahuan di bidang pertanian bagi generasi penerus bangsa.

Selain diikuti oleh ratusan mahasiswa,Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Polbangtan Manokwari juga dihadir penyuluh pertanian, petani P4S, DPA dan DPM yang ikut menyambut meriah kedatangan Wamentan beserta rombongan (2/12/2023).

Hadir mendampingi Wamentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang mengharapoan peran mahasiswa untuk terlibat aktif dalam peningkatan produktivitas pertanian guna mencegah terjadinya krisis pangan.

“Krisis pangan tidak boleh terjadi di negara kita, solusinya kita harus genjot produktivitas sumber pangan kita,” ungkapnya

Dedi juga menghimbau agar kehadiran penyuluh dapat terus mendampingi petani untuk memastikan inovasi teknologi dapat dipahami dan diaplikasikan oleh petani, mulai dari pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian hingga pemilihan bibit unggul yang bisa mendongkrak produksi. (*)