• Jumat, 01 Maret 2024

Bimtek Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sudin: Peternak Harus Punya Target Seperti Perusahaan Ternak

Rabu, 06 Desember 2023 - 08.14 WIB
47

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat menghadiri Bimtek Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan di Wisma Haji Al-Khoiriyah, Metro Pusat, Selasa (5/12/2023). Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta para peternak memiliki target dalam mengelola usaha peternakan seperti yang dilakukan perusahaan ternak. Untuk itu, para peternak harus memiliki ilmu manajemen pengelolaan ternak.

Hal itu disampaikan Sudin usai menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) yang digelar Direktorat Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Keswan Kementerian Pertanian (Kementan) di Wisma Haji Al-Khoiriyah, Metro Pusat, Selasa (5/12/2023).

Sudin mengatakan, mesin pencacah dan pembuat pakan ternak serta pembudidaya ikan merupakan program yang bakal direalisasikan pada tahun 2024 mendatang.

"Jadi begini, kalau kita bicara budidaya ikan, itu yang paling mahal adalah pakannya. Pakan itu sampai 70 persen dari biaya atau ongkos semua. Maka tahun depan ada rencana memberikan bantuan mesin pembuat pakan kepada peternak ikan. Itu sudah diprogramkan untuk tahun 2024," kata Sudin.

Sudin berharap, para peternak maupun pembudidaya ikan di Metro dapat menggali informasi dan pengetahuan dalam bimtek tersebut.

"Maka saya tadi minta juga di dalam bimbingan teknis berikan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Karena selama inikan tidak pernah ada bimbingan teknis, hanya tahunya beternak begitu-begitu saja," ucapnya.

Ia berharap melalui bimtek ini para kelompok peternak juga dapat informasi terkait manajemen mengelola usaha ternak seperti perusahaan. Artinya, setiap ternak yang dipelihara dapat ditargetkan peningkatan bobotnya.

"Kalau mau mengikuti perusahaan-perusahaan besar itu mereka selalu mempunyai target. Misalnya satu hari berat bobot sapi naik 1,5 sampai 2 kilogram. Kalau peternak rakyat itu kan tidak punya target, hanya dikasih makan rumput saja dan ini yang menjadi masalah," jelasnya.

"Seperti kalau lagi kondisi El Nino seperti saat ini, mereka mau cari rumput di mana, semuanya kering. Maka saya bilang ke Pak Dirjen tolong bisa bantu mesin pencacah pakan untuk dibagikan kepada peternak," ujar Sudin.

Sudin meminta kepada seluruh kelompok peternak di Metro dapat mengajukan usulan bantuan sejak saat ini. "Karena setiap bantuan pemerintah itu wajib pakai proposal. Kalau tidak pakai proposal tidak bisa, kemudian juga ada surat pengantar dari dinas," terangnya.

"Bantuan ini bukan untuk perorangan tapi untuk kelompok. Setelah ada baru nanti pengadaannya di pemerintah. Para peternak bisa mengajukan proposal melalui pak kadis atau lewat anggota DPRD pak Basuki," lanjutnya.

Sudin mengungkapkan, bantuan yang akan diberikan pada tahun 2024 mendatang bukan hanya dari Kementan, melainkan juga dari sejumlah Kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi IV DPR RI.

"Bukan hanya Kementerian Pertanian termasuk juga Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Kehutanan. Karena selama ini kan misalnya dikasih hand traktor oleh pemerintah, saat panbelnya putus saja mereka tidak mampu memperbaiki. Akibatnya mesin diletakkan begitu saja karena rusak," bebernya.

Sudin menerangkan, pemerintah pusat juga akan membantu menyediakan satu unit mobil keliling untuk menyambangi para pengguna alat mesin pertanian bantuan pemerintah yang tidak berjalan dengan baik.

Direktur Pembibitan dan Produksi ternak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementan, Sapto menambahkan, bimtek merupakan instrumen penting sebelum ada pemberian bantuan alsintan.

“Yang paling penting selain fasilitasi peralatan dan lain-lain itu adalah bagaimana menggunakan peralatan itu menjadi sesuatu yang juga penting. Teknologi itu tidak akan berjalan dengan baik kalau pelakunya atau orangnya tidak bisa menggunakan alat-alat yang ada itu," paparnya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan bimbingan teknis sebelum bantuan itu datang.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Heri Wiratno mengatakan, pemerintah telah secara maksimal memfasilitasi para peternak di Bumi Sai Wawai.

"Saya kira pemerintah ya sudah maksimal. Cuma kan kalau mengikuti arus petani ya tidak mungkin. Kita hanya sebagai fasilitator pembangunan pertanian tentu sudah mempersiapkan sebaik-baiknya dalam rangka membantu peningkatan produksi peternakan," ucapnya.

Menurutnya, Sebenarnya yang paling dibutuhkan petani adalah sarpras, lalu bahan baku pakan yang memang kadang tidak tersedia. Karena beberapa sumber pakan itu memang harus dicari.

“Maka bimtek ini sangat penting karena sangat membantu peningkatan edukasi bagi para peternak dan petani," tandasnya.

Serahkan Bantuan Traktor,  Cultivator Hingga Handsprayer ke Poktan

Selanjutnya, Sudin menghadiri Bimtek Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan tema “Mitigasi Dampak El Nino Melalui Peningkatan Produksi dan Produktivitas Ternak”, di Lapangan Kresno Widodo, Tegineneng, Pesawaran. Bimtek dihadiri 300 petani dan peternak yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Pada kesempatan ini, Sudin juga menyerahkan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa 1 unit traktor roda 4, 4 unit traktor roda 2, 2 unit cultivator dan 10 unit handsprayer kepada kelompok tani (poktan) di Kabupaten Pesawaran.

Dalam sambutannya, Sudin mengatakan, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang diberikan kepada kelompok tani bukan dari dirinya, namun dari Kementrian Pertanian yang diserahkan melalui Komisi IV DPR RI.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para petani, dengan harapan dapat membantu dalam meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya,” katanya.

Sudin mengungkapkan, kalau hanya mengadakan bimtek tanpa memberikan bantuan, jelas tidak ada gunanya. Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa membantu para kelompok tani di Kabupaten Pesawaran dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Sementara, Ribut Santoso, perwakilan kelompok tani di Pesawaran yang menerima bantuan mengucapkan terimakasih kepada Sudin yang telah menyerahkan bantuan alat mesin pertanian.

"Saya sangat berterimakasih kepada bapak Sudin yang telah memberikan sekaligus menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani kami," kata Ribut.

Ribut berharap pemerintah dapat selalu memberikan perhatian kepada para petani yang cukup terkena dampak fenomena El Nino.

Teguh Mulyadi, perwakilan kelompok tani lainnya mengatakan, ia sangat bersyukur dengan adanya bantuan alat mesin pertanian yang diberikan oleh Komisi IV DPR RI.

"Harapannya kedepan pemerintah bisa terus memberikan bantuan-bantuan kepada petani dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” imbuhnya. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Rabu 6 Desember 2023 dengan judul “Sudin: Peternak Harus Punya Target Seperti Perusahaan Ternak”