Seminggu Terakhir Tidak Ada Besukan, Bidpropam Polda Lampung Usut Asal Usul Gergaji di Kasus Tahanan Kabur
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik. Foto: Dok/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Bidpropam Polda Lampung telah memeriksa sebanyak 6 petugas piket penjaga tahanan dan 15 tahanan di Rutan Tahti Polda Lampung, Kamis (7/12/2023).
Pemeriksaan tersebut guna mengusut asal usul gergaji di kasus 4 tahanan narkoba kelas kakap dengan barang bukti puluhan kilo sabu kabur.
"Saat ini sudah ada 6 orang penjaga tahanan yang diperiksa Bidpropam Polda Lampung," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik, saat dikonfirmasi, Kamis (7/12/2023).
Ditreskrimum Polda Lampung telah memeriksa sebanyak 15 tahanan lainnya yang merupakan rekan satu sel dengan tahanan yang kabur.
"Ditreskrimum telah memeriksa rekan-rekan yang ada dalam satu sel tahanan tersebut. Dimana dalam sel 7 lantai 1 itu terdapat 19 orang, 4 nya kabur. Masih ada 15 orang dan telah diperiksa Ditreskrimum," ucapnya.
Baca juga : Polda Lampung Kecolongan, 4 Tahanan Kasus Puluhan Kg Sabu Kabur, Kompolnas Desak Evaluasi Menyeluruh
Umi menjelaskan saat ini Direktorat Tahti Polda Lampung juga sedang memperbaiki jeruji besi yang dirusak tahanan tersebut.
"Selama seminggu terakhir, tidak ada besukan keluarga atau teman dari 4 tahanan yang kabur itu. Semua tahanan yang kabur ini warga Aceh," jelasnya.
Sebelumnya, 4 tahanan kasus narkoba kabur dari Rutan Tahti Polda Lampung pada Rabu (6/12/2023) sekitar pukul 03.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KupasTuntas.co, 4 tahanan itu bernama Muslim tahanan narkoba dengan BB 30 Kg, Maulana tahanan narkoba dengan BB 58 Kg, M. Nasir tahanan narkoba dengan BB 30 Kg dan Asnawi tahanan narkoba dengan BB 58 Kg.
Baca juga : 4 Tahanan Narkoba Kabur, Bidpropam Periksa Petugas Tahanan Rutan Tahti Polda Lampung
Adapun kronologisnya sekitar pukul 01.30 WIB, anggota piket Aipda S dan Briptu R melakukan pengecekan tahanan dan lengkap.
Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, tahanan kamar sel 7 memanggil petugas dan memberitahukan bahwa 4 tahanan tidak ada di dalam sel.
Lalu, petugas piket menemukan jeruji besi ventilasi kamar mandi sel kamar 7 sudah dalam keadaan patah akibat digergaji. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








