Misi Pencarian Bayi Hanyut, Tim Gabungan Berjumlah 84 Personel Dibagi 6 Regu Sisiri Sungai
Tim gabungan saat sisiri sungai mencari bayi yang hanyut terbawa arus Senin (8/1/24) kemarin. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Damkar kota setempat ikut melakukan pencarian bayi yang hanyut terbawa arus di Selokan Perumahan Griya Kencana, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (9/1/2024).
Kepala Dinas Damkar Anthony Irawan menyampaikan, sudah dua hari pihaknya melakukan pencarian korban. Dimana pada hari ini dimulai sejak pukul 06:30 WIB, tim yang mencari terbagi menjadi 6 regu.
"Dalam satu tim terdiri dari BPBD, Tim SAR, Damkar, TNI, Polri dan relawan untuk melakukan upaya penyisiran," terangnya.
Ia mengaku, pencarian ini dimulai dari jembatan Haji Mena, lalu meluas ke aliran sungai Bataranila.
"Kita menyasar tumpukan sampah yang mungkin korban tersangkut disana. Dimana kita terjunkan 84 personil gabungan dalam upaya pencariannya," tandasnya.
Di lain pihak, Ketua Komnas Perlindungan
Anak Kota Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa meminta agar orang tua jangan
sampai mengabaikan keselamatan anak-anak mereka.
Sebelumnya, Batita atas nama M. Nadif Arthanabil, yang berumur 2,5 Tahun
hanyut terbawa arus di siring saat sedang bermain hujan bersama ibu dan
kakaknya.
Ahmad Apriliandi Passa mengatakan, kejadian bayi terseret
arus parit atau selokan dikala hujan di 3 tahun terakhir pernah terjadi 3-4
kecelakaan yang sama seperti ini.
"Maka dari itu utamanya orangtua jangan sampai luput
sedikitpun melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya dan mengabaikan faktor
keselamatan anaknya sendiri," ujar Apriliandi, Selasa (9/1/2023).
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini.
Dimana sudah dua hari ini belum juga ditemukan.
"Saya rasa tidak ada unsur kesengajaan dari ibu tersebut
yang tentunya sangat menyayangi anaknya," kata dia.
Oleh karenanya ia menghimbau agar para orang tua untuk
berhati-hati dan mempertimbangkan faktor keselamatan dikala bermain hujan
bersama anak-anak di luar rumah dan mengawasi dengan seksama ketika anak
bermain di lingkungannya.
"Terlebih saat ini Kota Bandar Lampung dan sekitarnya memiliki curah hujan dengan intensitas tinggi," pintanya. (*)
Berita Lainnya
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026 -
PLN UID Lampung Dorong 100 Persen Kendaraan Operasional Berbasis EV
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026








