Razia Balap Liar di Sabah Balau Lamsel, Polisi Amankan Ratusan Motor
Kapolres Lamsel AKBP Yusriandi Yusrin saat berdialog dengan pesepeda motor dibawah umur yang ikut terjaring razia balap liar. Sabtu (16/3/2024). Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Petugas gabungan dari Polres Lampung Selatan (Lamsel) dan Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung membubarkan rencana balap liar di jalan raya Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang.
Dari data yang dihimpun, puluhan anggota kepolisian menggelar razia pada hari Sabtu (16/3/2024) mulai dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.11 WIB.
Dalam razia, sebanyak 120 sepeda motor berbagai merek yang berencana akan melakukan trek-trekan langsung diamankan polisi.
Butuh sekitar 6 mobil dump truk untuk mengangkut ratusan sepeda motor yang ditengarai akan melakukan balap liar, hingga pukul 20.11 WIB, proses pengangkutan baru selesai dan langsung berangkat ke Mapolres Lamsel.
Kapolres Lamsel, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, penertiban tersebut dilakukan atas kerjasama Polres setempat dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung.
"Kami dari Polres Lampung Selatan bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung melaksanakan penertiban balap liar," ujar Kapolres.
Yusriandi melanjutkan, dalam kegiatan razia itu, kepolisian menjaring pelanggan-pelanggar lalu lintas yang ada di jalan raya di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang.
"Kita tertibkan kurang lebih ada 120 sepeda motor yang kita amankan, dan akan kita lakukan penindakan tilang," sambung Kapolres.
Yusriandi sembari menunjuk kearah ratusan pesepeda motor menambahkan, kendaraan tersebut akan dilakukan penindakan lebih lanjut dan digelandang ke Mapolres setempat.
Yusriandi merincikan, kegiatan razia itu melibatkan sejumlah 83 personel dari Polres Lampung Selatan dan 10 personil dari Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung.
"Intinya kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Bandar Lampung khususnya yang setiap sore di bulan puasa sering melewati jalan ini, agar tidak melakukan aksi balapan liar dan tertib berlalulintas karena saat ini masih operasi keselamatan krakatau 2024," tegasnya.
Terkait ditemukannya anak-anak yang masih dibawah umur namun turut terjaring dalam razia skala besar tersebut, Yusriandi seraya mengultimatum agar anak-anak yang masih belum cukup umur untuk tidak mengendarai sepeda motor.
"Karena bisa membahayakan, dan pastinya menyelamatkan kita semua," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Gara-gara Utang 210 Juta, Ibu di Natar Laporkan Anak Kandung ke Polisi
Kamis, 04 Juni 2026 -
Dua Pemuda Bobol Warung di Desa Rangai Tri Tunggal Lampung Selatan, Gasak Uang 4 Juta dan Puluhan Rokok
Kamis, 04 Juni 2026 -
Massa Kepung Rumah Kades di Lampung Selatan, Brimob Evakuasi Dua Terduga Pelaku Curat
Selasa, 02 Juni 2026 -
Tiga Pria di Palas Dibekuk Polisi Saat Membungkus Sabu, Pemasok dari Jabung Masuk DPO
Senin, 01 Juni 2026








