300 Hektar Lebih Hutan TNWK Terbakar, Pemburu Liar Disebut Sebagai Dalangnya
Proses pemadaman api dalam hutan TNWK, Rabu (20/3/2024). Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Lampung Timur - Selama 11 jam hutan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK)
terbakar, api membakar semak dan alang-alang lebih dari 300 hektar. Penyebab
terbakarnya hutan dipastikan ulah pemburu yang mencari hewan liar untuk dijual.
Plt
Kepala Balai TNWK Hermawan menjelaskan api mulai membakar semak-semak pukul
13.15 dan berhasil dipadamkan 23.20 peristiwa terjadi Rabu (20/3/2024). Titik
lokasi Simpang Mitis grid 20 G Resort
Susukan Baru, Seksi PTN Wilayah I Way Kanan.
Pemadaman
api melibatkan pegawai Balai TNWK, TNI, Polri dan masyarakat sekitar kawasan
dengan jumlah sebanyak 30 orang. Peralatan yang digunakan yaitu tangki gendong
dan dibantu 4 unit mobil pemadam.
"Yang
membuat lama memadamkan api dikarenakan sulitnya akses masuk ke lokasi
kebakaran. Untung saja malam itu dibantu adanya hujan," kata Hermawan.
Hermawan
menegaskan bahwa kebakaran sengaja dilakukan oleh sejumlah orang yang memiliki tujuan
perburuan, dimana lokasi yang terbakar dalam waktu 14 hari akan tumbuh ilalang
muda, disitulah beberapa jenis binatang pemakan rumput akan berkumpul menikmati
rumput muda.
"Semacam
menjebak, dibakar lalu tumbuh rumput muda agar satwa seperti menjangan, rusa,
kancil dan semacam nya mendatangi lokasi yang baru saja terbakar, tujuannya
dengan mudah pemburu mendapat targetnya," kata Hermawan.
Biasanya
pemburu mencari target satwa seperti menjangan dan rusa, metode berburunya pun
berbagai jenis ada yang mengunakan anjing geladak, jebakan seling hingga
senapan api yang sudah dirakit.
Hasil
dari buruan sebagian besar dijual, namun sudah dalam kondisi daging karena
pemburu langsung menyembelih mengambil dagingnya di lokasi hutan, dengan
menggunakan karung dan plastik besar untuk membawa daging menjangan.
"Beberapa
pelaku yang sudah tertangkap pengakuannya seperti itu, motif membakar semak
untuk mempermudah mendapat target buruan," kata Hermawan.
Kemungkinan
besar kata dia, menjelang idul fitri akan banyak terjadi percobaan perburuan di
dalam hutan Way Kambas, sehingga pihak Balai TNWK akan memperketat patroli
terutama wilayah seksi 1 dan seksi 2 yang rawan dengan perburuan.
Kenapa
menjelang idul fitri banyak terjadi perburuan, kata Hermawan sebab banyak
pemesan daging menjangan untuk keperluan pesta hari raya idul fitri. Maka
potensi terbakarnya hutan Way Kambas menjelang idul fitri cukup tinggi. (*)
Berita Lainnya
-
Bupati Lampung Timur Tiadakan Open House, Pilih Salat Id dan Santuni Warga di Jabung
Sabtu, 21 Maret 2026 -
Forkopimda Lampung Timur Gelar Patroli Skala Besar Amankan Arus Mudik dan Takbir Keliling
Jumat, 20 Maret 2026 -
Muhammadiyah Way Jepara Lamtim Gelar Salat Id di Braja Asri, Suseno Tekankan Toleransi Perbedaan
Jumat, 20 Maret 2026 -
Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar Tangani Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Sabtu, 14 Maret 2026








