• Selasa, 28 Mei 2024

Pemudik Mobil di Dermaga Eksekutif Bakauheni Protes, Petugas Beri Perlakuan Khusus ke Pengendara Tertentu

Selasa, 16 April 2024 - 08.09 WIB
82

Pemudik Mobil di Dermaga Eksekutif Bakauheni Protes, Petugas Beri Perlakuan Khusus ke Pengendara Tertentu. Foto: Handika

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Sejumlah pemudik mobil pribadi sedang antri di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, protes terkait adanya perlakuan khusus oleh petugas PT ASDP terhadap pengendara tertentu yang menyerobot antrian.

AKSI protes pemudik kendaraan roda empat yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten, itu terjadi, pada Minggu (14/4/2024) sekitar pukul 21.00 WIB.Dalam video yang diterima Kupas Tuntas, tampak seorang wanita meluapkan kekesalannya kepada petugas PT ASDP yang mengatur antrian mobil karena tak kunjung mendapatkan giliran masuk kapal.

Wanita tersebut marah karenaada tiga sampai empat kendaraan roda empat yang berada di belakangnya didahulukan masuk kapal. Perlakuan khusus itu mengakibatkan beberapa pemudik roda empat gagal masuk kapal karena kuota sudah penuh.

Riza, seorang pemudik roda empat yang sedang antri di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni mengungkapkan rasa tidak terimanya atas perlakuan khusus terhadap pengendara yang tidak ikut antrian sehingga bisa naik kapal lebih dulu.

"Saya dari jam 17.00 WIB di sini (Dermaga Eksekutif). Gak beres ini kalau begini. Mereka gak ikut antrian tiba-tiba (menyerobot antrian) dan masuk kapal lebih duluan. Ini ASDP mesti jawab itu siapa, kenapa dispesialkan," kata Riza, Minggu (14/4/2024) malam.

"Kita gak butuh uang, gak butuh roti. Kita gak butuh kompensasi. Jawab saja apa penjelasan yang disampaikan terkait adanya perlakuan khusus tersebut," lanjutnya.

Riza mengaku, tiba di Pelabuhan Bakauheni sejak pukul 15.00 WIB. Bahkan ada pemudik mobil yang tiba dari jam 14.00 WIB, jam 16.00 WIB dan jam 17.00 WIB.

"Sekarang sudah jam 21.00 WIB masih terus antri. Selama proses antri berjam-jam kita gak ada yang komplain, kita ikut antrian secara tertib sesuai dengan aturan. Diarahkan sama petugasnya baris di sini, masuk di sini, mepet ke kiri, jangan ke tengah, kita ikut. Tapi jangan ada yang nyodok seperti itu dong. Kita gak terima," tegas Riza.

Ia mengungkapkan, awalnya kendaraan antri satu persatu berjalan menuju ke dalam kapal hingga muatan kapal dinyatakan sudah penuh.

"Tapi tiba-tiba dua antrian di setop. Lalu dari sebelah kanan ada tiga sampai empat mobil dibiarkan masuk tanpa antri. Seharusnya kan dicegah. Walaupun masih ada slot ya sesuai barisan dong, sesuai urutan sesuai antrian dong. Jangan sampai bikin pemudik yang antri berjamjam jadi marah,” ungkapnya.

Riza mengatakan, ia berangkat dari Palembang, Sumatera Selatan, hendak kembali ke Jakarta.

"Sekarang kita butuh jawabannya apa yang terjadi, siapa mereka itu? Kalau memang VVIP siapa mereka? Ada aturannya gak? Kalau memang VVIP yang dilindungi undang-undang kita bisa terima,” tegasnya.

Herman, pemudik asal Palembang mengungkapkan, ia sudah mengantri selama 3 jam di Pelabuhan Bakauheni untuk bisa menyeberang ke Pelabuhan Merak.

"Dari jam 17.00 WIB tadi sudah antri atau sudah sekitar 3 jam. Saya dari Palembang, Sumatera Selatan tujuan Bandung, Jawa Barat," kata Herman, Minggu (15/4/2024) malam.

Widi Utomo, pemudik asal Lampung Timur mengatakan, sudah antri sejak pukul 17.00 WIB dan hingga pukul 20.30 WIB belum bisa masuk kapal.

“Saya memilih berangkat malam dengan tujuan ke Cikarang, Bekasi, karena esok hari sudah mulai masuk kerja. Saya tiba dari jam 17.00 WIB dan sampai sekarang jam 20.30 WIB belum naik kapal," ujarnya.

Pasca kericuhan tersebut, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin menyampaikan permohonan maaf kepada para pemudik roda empat yang hendak menyeberang ke pulau Jawa.

"Pertama kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mungkin bisa sedikit dijelaskan bahwa saat ini kan ada beberapa lajur antrian dan tadi sepertinya mungkin karena ada pergantian shift dan pegawai sepertinya ada koordinasi yang masih kurang baik. Jadi ada kesalahan membuka jalur antrian yang seharusnya belum gilirannya," kata Shelvy.

Shelvy mengungkapkan, kedepan akan dilakukan penomoran jalur antrian untuk mengantisipasi supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Jadi ini tadi sudah kami antisipasi, kami akan melakukan penomoran jalur dan juga ketika ada pergantian shift nanti akan ada informasi yang disampaikan antara shift satu ke shift dua. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya.

93.025 Kendaraan Tinggalkan Pulau Sumatera PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, sebanyak 93.025 unit kendaraan menyeberang dari pulau Sumatera menuju pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan sejak H+1 lebaran hingga Senin (15/4/2024) pukul 08.00 WIB.

General Manager (GM) PT ASDP Cabang Bakauheni, Kapten Rudi Sunarko menjelaskan, posko angkutan lebaran tahun 2024 merilis terdapat 93.025 kendaraan telah kembali ke pulau Jawa.

"Data tersebut merupakan arus balik lebaran 2024 dari Sumatera menuju Jawa melalui rute Bakauheni-Merak dan Panjang-Ciwandan," kata Rudi, Senin (15/4/2024).

Rudi mengatakan, PT ASDP mengoperasikan 37 armada kapal feri untuk melayani pemudik pada arus balik lebaran.

"Dengan jumlah keseluruhan 474 perjalanan kapal," ujarnya.

Rudi membeberkan, ada 35.238 penumpang pejalan kaki dan 351.966 penumpang di dalam kendaraan telah menyeberang ke Pulau Jawa.

"Jadi jumlah keseluruhan penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni terdata 387.204 penumpang," imbuhnya.

Lalu, ada 41.963 pemudik sepeda motor, 1.278 kendaraan bus, 2.466 truk, dan 51.062 kendaraan roda empat atau lebih sudah kembali ke Pulau Jawa.

"Rata-rata per hari arus balik lebaran kendaraan sejumlah 23.256 unit," imbuhnya.

Rudi mengungkapkan, masih ada sekitar 53 persen pemudik yang masuk ke pulau Sumatera belum melakukan perjalanan kembali ke pulau Jawa. (*)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas, edisi Selasa 16 April 2024, dengan judul "Pemudik Mobil di Dermaga Eksekutif Bakauheni Protes"