• Sabtu, 22 Juni 2024

Produksi Kopi di Way Kanan Merosot Tajam Imbas El Nino, Pemkab: Semua Tanaman Terdampak

Senin, 20 Mei 2024 - 11.15 WIB
43

Ilustrasi. Foto: Republika

Kupastuntas.co, Way Kanan - Pasca fenomena El Nino yang terjadi di tahun 2023 lalu, hasil panen kopi petani di Way Kanan mengalami penurunan. Penurunan hasil ini cukup signifikan, yang biasanya petani dapat panen hingga 2 ton per dua hektar, namun akibat fenomena El Nino tahun lalu, petani hanya mampu mendapatkan hasil panen sebanyak 9 kuintal.

Salah seorang petani itu adalah Alek Mahad (56) yang merupakan petani kopi di Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan. Ia mengaku, jika hasil panennya mengalami penurunan.

"Untuk hasil kopi per tahun ini, sangat menurun, yang biasanya satu tahun biasanya sampai dua ton, kalau sekarang hanya bisa panen sebanyak 8 kuintal sampai 9 kuintal," ujarnya, Senin (20/5/2024).

Menurutnya, faktor yang mempengaruhi menurunnya hasil panen, yakni cuaca atau El Nino yang terjadi pada tahun lalu.

"Kemarau tahun lalu benar-benar berpengaruh ke hasil panen, karena panas cuacanya tahun kemarin, malah ada dahan, sampai pucuk batang kopi yang mati karena kemarau kemarin," katanya.

Kendati demikian, ia menuturkan, jika harga jual hasil panen kopi saat ini sudah mulai naik.

"Tahun lalu harga kopi Rp35 ribu per kilogram, tapi sekarang hampir Rp 45 ribu per kilogram, sudah naik," lanjutnya.

Meskipun sulit mendapatkan pasokan pupuk, Alek menyiasati menggantinya dengan pupuk yang terbuat dari kulit biji kopi.

"Justru kulit kopi yang sudah dipisahkan dari bijinya kami jadikan pupuk, karena memang tidak ada biaya juga untuk memupuk," pungkasnya.

Ia juga mengucapkan, jika belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat terkait adanya El Nino ini.

"Belum ada bantuan pemerintah sama sekali, entah pupuk ataupun hal-hal lain, belum ada," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Way Kanan, Rofiki mengatakan, hampir seluruh tanaman mengalami dampak akibat fenomena El Nino.

"Memang kondisi alam kita khususnya dari Juni dan Juli 2023 lalu, sudah mengalami El Nino dan berdampak pada seluruh tanaman," sebutnya.

Ia juga membenarkan, jika para petani mengalami kesulitan ketersediaan air saat kemarau.

"Kita sudah menyampaikan ke petani, dan kondisinya memang sulit di tahun lalu, terlebih ketersedian air untuk mengairi tanaman kopi ini lumayan sulit, belum lagi dari luas wilayah yang cukup lebar," katanya.(*)