• Sabtu, 20 Juli 2024

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Buat Maket tentang PLTB

Rabu, 19 Juni 2024 - 21.52 WIB
923

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia membuat Maket tentang Pembangkit listrik tenaga Bayu (PLTB). Maket ini merupakan keluaran dari mata kuliah Dasar sistem Kendali dan Dasar Konversi Energi. 

Maket Pembangkit listrik tenaga Bayu (PLTB) ini digunakan untuk penerangan lampu kota dengan pengendalian lampu merah dan monitoring tegangan baterai berbasis IoT yang di pamerkan dalam acara Academic Expo Teknokrat pada hari Kamis dan Jumat tanggal 13-14 Juni 2024.

Dalam pembuatan maket ini terdiri dari Mahasiswa Teknik Elektro yaitu, Deni Purwoko, Tria Pramuswari, Aditya Edi Rosandi, Iksan Okta Saputra dan Gilang putra Wijayanto.

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah salah satu bentuk pembangkit listrik yang menggunakan energi angin untuk menghasilkan energi listrik.

PLTB bekerja dengan memanfaatkan turbin angin yang terhubung ke generator. Ketika angin meniup, turbin angin berputar dan menggerakkan generator yang menghasilkan listrik.

Didalam Maket ini juga PLTB digunakan sebagai sumber utama untuk menghidupkan lampu kota, lampu merah, taman kota, gedung kantor, dan rumah rumah warga. 

Jenis kincir yang digunakan oleh mahasiswa teknik elektro Universitas Teknokrat ini juga menggunakan jenis kincir vertikal yang memiliki beberapa keuntungan, salah satunya adalah tidak terpaku dalam satu arah mata angin. 

Jenis kincir Vertikal ini juga dapat menangkap angin dari segala arah dan ini sangat menguntungkan.

PLTB memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

1. Ramah Lingkungan

PLTB tidak menghasilkan emisi sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pembangkit listrik konvensional.

2. Sumber Energi Terbarukan

Angin merupakan sumber energi terbarukan yang tidak akan habis, sehingga PLTB dapat menjadi solusi untuk keberlanjutan energi.

3. Efisiensi Kerja

PLTB memiliki efisiensi kerja yang baik jika dibandingkan dengan pembangkit listrik energi terbarukan lainnya.

Adapun monitoring Baterai berbasis IoT dan bisa di kontrol menggunakan hp di manapun kita berapa, untuk kontrolernya menggunakan Node MCU yang sangat kompatibel dan untuk lampu merah mahasiswa teknik elektro menggunakan arduino sebagai kontroler untuk mengatur lampu merah agar lalu lintas menjadi lancar.

Di Indonesia, PLTB telah dikembangkan sebagai salah satu alternatif energi. Contohnya, PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan merupakan PLTB pertama di Indonesia yang memiliki kapasitas 75 MW dengan 30 turbin. Selain itu, terdapat juga rencana pembangunan PLTB skala besar di Pulau Jawa.

Namun, pembangunan PLTB masih memiliki beberapa tantangan. Salah satunya adalah kecepatan angin yang dapat mempengaruhi ekonomi pembangunan PLTB. 

Di daerah-daerah tertentu, kecepatan angin masih kurang ekonomis untuk pembangunan PLTB. Namun, dengan ketinggian tertentu dan diameter baling-baling yang besar, PLTB dapat menghasilkan energi listrik dengan potensi kapasitas 10-100 kW.

Semoga dengan adanya maket PLTB, diharapkan dapat meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia, sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi primer. (Rls)

Editor :