• Senin, 01 September 2025

‎Unjuk Rasa Besok, Gubernur Lampung Ingatkan Massa Waspada Provokator

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17.05 WIB
72

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Mapolresta Bandar Lampung Minggu (31/8/2025). Foto: Yudi/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungan terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat, yang akan digelar di kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025) besok.

‎Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi selama dilakukan secara damai dan tertib.

‎“Kami mendukung semangat adik-adik mahasiswa yang akan menyuarakan aspirasinya. Sejak dulu mahasiswa Lampung adalah generasi baik, tidak anarkis, dan selalu menjaga ketertiban,” kata Rahmat Mirzani, saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Mapolresta Bandar Lampung Minggu (31/8/2025).

‎Dirinya juga mengungkapkan, solawat bersama juga akan digelar ditengah masa aksi agar pelaksanaan berjalan dengan damai dan kondusif.

‎“Banyak ulama yang turut memberikan dukungan. Kami akan menggelar solawat bersama agar semuanya berlangsung dengan baik,” ujarnya.

‎Ia berharap aparat TNI dan Polri dapat memberikan dukungan dalam pengamanan sehingga jalannya aksi tetap damai.

‎Gubernur juga mengingatkan mahasiswa agar mewaspadai provokator yang bisa menodai gerakan moral tersebut.

‎“Kami dari pemerintah meminta aparat untuk menjaga jalannya aksi agar tertib. Kami juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa supaya tidak memberi ruang kepada pihak-pihak yang ingin menunggangi gerakan dengan tindakan anarkis,” tegasnya.

‎Sementara itu, Pangdam XXI/Raden Intan Lampung, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengajak seluruh masyarakat Lampung ikut menjaga situasi tetap kondusif.

‎Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh diekspresikan dengan cara-cara yang merusak.

‎“Mari bersama-sama menjaga ketertiban masyarakat dan lingkungan. Damai itu indah. Kita hidup di negara demokrasi, sehingga penyampaian aspirasi boleh dilakukan, tetapi tanpa anarkis dan tanpa korban jiwa,” katanya.

‎Menurutnya, masyarakat Lampung pada dasarnya menjunjung tinggi kedamaian.

"Saya yakin dan percaya, bukan sifat masyarakat Lampung untuk membuat keonaran, membakar, merusak, atau menghambat pembangunan,” pungkasnya. (*)