• Sabtu, 29 November 2025

Lautan Jemaah Padati Kota Baru, Hari Pertama Tabligh Akbar Indonesia Berdoa Diwarnai Kemacetan Panjang

Jumat, 28 November 2025 - 13.52 WIB
77

Kawasan Kota Baru berubah menjadi lautan manusia pada Jumat (28/11/2025). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kawasan Kota Baru berubah menjadi lautan manusia pada Jumat (28/11/2025) saat ribuan jemaah dari berbagai daerah tiba untuk menghadiri hari pertama Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 di Masjid Al Hijrah.

Sejak pagi, Jalan Terusan Ryacudu hingga Bundaran Kantor Gubernur dipadati kendaraan, membuat akses menuju lokasi macet total.

Ratusan bus dan mobil pribadi dari berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Palembang, hingga Jawa Tengah, terlihat mengular di sepanjang jalan.

Kepadatan meningkat ketika banyak rombongan berhenti di titik tertentu untuk menurunkan penumpang sehingga arus kendaraan semakin tersendat.

Di tengah keramaian itu, tampak sosok Usman, jemaah asal Kisaran, Sumatera Utara, yang tiba bersama 350 peserta lain menggunakan 10 bus. Ia mengaku menempuh perjalanan empat hari empat malam untuk bisa mengikuti tabligh akbar ini.

"Alhamdulillah kami baru sampai dari Kisaran. Perjalanan empat hari empat malam,” ujarnya dengan senyum lelah namun tetap antusias.

Petugas kepolisian, Satpol PP, dan panitia tampak sigap mengatur lalu lintas serta mengarahkan ribuan peserta menuju titik penurunan resmi di Bundaran Kompleks Pemerintahan.

Sementara di gerbang tol Kota Baru, beberapa panitia berjaga memberikan arahan kepada rombongan yang baru tiba agar tidak menambah kemacetan di area utama.

Setelah memasuki kawasan masjid, peserta langsung diarahkan menuju blok masing-masing untuk mengikuti kegiatan ta’lim sebelum pelaksanaan Salat Jumat berjamaah.

Momen ini menjadi titik puncak keramaian, ketika puluhan ribu jemaah bersatu dalam satu saf, satu doa, dan satu tujuan spiritual.

Usai Salat Jumat, pembukaan resmi Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 berlangsung khidmat melalui ceramah singkat yang menggugah kesadaran rohani.

Siang hingga malam hari, rangkaian kegiatan berlanjut dengan istirahat, salat berjamaah, hingga Infirodi Amal pada dini hari, termasuk salat Tahajud dan zikir.

Di sela padatnya kegiatan, para pelaku jasa transportasi ikut merasakan dampak ekonomi dari acara ini. Salah satu sopir bus asal Metro, Hendri (42), mengaku menerima banyak pesanan sejak dua minggu sebelum acara.

"Alhamdulillah, tahun ini rezeki kami naik. Banyak rombongan pesan bus dari berbagai daerah,” ujarnya.

Hari pertama Tabligh Akbar di Kota Baru bukan hanya menggambarkan antusiasme ribuan jemaah, tetapi juga menunjukkan atmosfer spiritual yang menyatukan umat dari berbagai daerah.

Meski diwarnai kemacetan panjang, ribuan peserta tetap berbondong-bondong menuju Masjid Al Hijrah dengan penuh keikhlasan untuk mengikuti rangkaian ibadah hingga tiga hari ke depan. (*)