• Selasa, 06 Januari 2026

Disdik Lambar Minta Kepala Sekolah Wajib Sampaikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Senin, 05 Januari 2026 - 11.14 WIB
31

Surat edaran Nomor 420/01/III.01/2026 tentang pelaksanaan Pagi Ceria dan upacara bendera pada hari pertama semester genap. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Barat (Lambar) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah di semua jenjang pendidikan agar menyampaikan amanat, salah satunya penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, saat menjadi pembina upacara perdana di satuan pendidikan masing-masing.

Surat edaran tersebut teregistrasi dengan Nomor 420/01/III.01/2026 tentang pelaksanaan Pagi Ceria dan upacara bendera pada hari pertama semester genap. Surat itu ditujukan kepada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Lampung Barat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat, Tati Sulastri, mengatakan surat edaran itu merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai strategi utama pembentukan karakter peserta didik di seluruh satuan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa penerapan tujuh kebiasaan tersebut menjadi langkah konkret untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta pola hidup sehat sejak dini, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga kebiasaan dan karakter peserta didik yang perlu dibentuk secara konsisten dan berkelanjutan.

“Gerakan 7 Kebiasaan ini kami dorong agar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa,” kata Tati Sulastri saat diminta keterangan oleh Kupas Tuntas, Senin (5/1/2026).

Ia memaparkan tujuh kebiasaan tersebut, yakni bangun pagi sebagai bentuk kedisiplinan, beribadah untuk memperkuat keimanan dan akhlak, serta berolahraga guna menjaga kesehatan fisik dan mental.

Selain itu, peserta didik juga dibiasakan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar untuk meningkatkan prestasi, aktif bermasyarakat guna menumbuhkan kepedulian sosial, serta tidur tepat waktu agar siap menjalani aktivitas keesokan hari.

Tati menilai kebiasaan-kebiasaan tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan sikap positif.

Menurutnya, penyampaian langsung melalui upacara sekolah dinilai efektif untuk memastikan pesan tersebut diterima secara utuh oleh seluruh peserta didik. Selain kepada siswa, amanat tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bagi guru dan tenaga kependidikan agar turut memberikan keteladanan dalam penerapan kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

Ia menegaskan penerapan tujuh kebiasaan tersebut harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua di rumah. Menurutnya, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada keteladanan orang dewasa di sekitar peserta didik, terutama guru dan orang tua.

“Sekolah dan rumah harus berjalan seiring. Jika di sekolah dibiasakan disiplin, maka di rumah juga harus diperkuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tati menyebutkan bahwa penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Dengan kebiasaan positif yang tertanam, diharapkan peserta didik mampu menghindari perilaku negatif seperti perundungan, kekerasan, dan sikap tidak disiplin yang dapat mengganggu proses belajar.

Ia menekankan bahwa gerakan tersebut bukan untuk membebani siswa, melainkan membantu mereka membangun rutinitas harian yang terarah dan bermanfaat. Menurutnya, perubahan besar dalam dunia pendidikan berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat akan terus melakukan penguatan dan evaluasi agar penerapan tujuh kebiasaan tersebut benar-benar berjalan di seluruh satuan pendidikan.

Ia berharap melalui fokus penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada semester genap ini, kualitas karakter dan kedisiplinan peserta didik di Lampung Barat dapat meningkat secara signifikan.

Tati Sulastri mengajak seluruh pihak untuk menjadikan gerakan tersebut sebagai budaya bersama demi menyiapkan generasi Lampung Barat yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)