• Rabu, 07 Januari 2026

Rakor Perdana 2026, Pemprov Lampung Targetkan Seluruh Desa Produksi Pupuk Cair Organik

Senin, 05 Januari 2026 - 19.43 WIB
33

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Sandika/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin rapat koordinasi (rakor) perdana bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung pada awal tahun 2026. Rakor tersebut digelar di Balai Keratun Lantai III, Senin, 5 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat disiplin internal aparatur, serta mendorong kolaborasi lintas sektor sepanjang tahun 2026.

Gubernur Mirza menjelaskan, rakor atau briefing bersama pejabat eselon II dan III tersebut membahas target-target strategis Pemprov Lampung di 2026 yang menjadi fokus utama seluruh OPD dan aparatur sipil negara (ASN).

“Di 2026 ini kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, kita perkuat disiplin internal, serta membangun semangat dan fokus dalam mendorong program-program, baik program pusat maupun provinsi. Selain itu, kolaborasi juga harus semakin diperkuat,” ujar Mirza.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama Pemprov Lampung ke depan. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program sepanjang 2025, masih terdapat keluhan masyarakat yang harus ditindaklanjuti secara lebih cepat dan responsif oleh OPD.

“Pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik. Masih banyak komplain dari masyarakat, dan ini kita minta agar seluruh OPD semakin responsif dan memiliki semangat melayani,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, Mirza juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang akan terus dilanjutkan pada 2026. Salah satunya adalah pengembangan program pupuk cair organik (POC) di seluruh desa di Provinsi Lampung.

“Kita ingin melanjutkan program pupuk cair organik. Targetnya, seluruh desa di Lampung memiliki fasilitas pembuatan pupuk cair. Tahun 2025 kemarin sudah berjalan di sekitar 500 desa dan Alhamdulillah banyak peningkatan yang terjadi,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Lampung juga melanjutkan program pemasangan dryer atau alat pengering hasil pertanian. Pada tahun 2026, sekitar 100 desa ditargetkan mendapatkan fasilitas tersebut guna membantu petani dalam proses pengeringan komoditas pertanian dan meningkatkan nilai tambah hasil panen.

“Kita lanjutkan juga pemasangan dryer di desa-desa agar pengeringan komoditas lebih mudah dan hasil pertanian memiliki nilai tambah,” katanya.

Program pembangunan infrastruktur jalan turut menjadi perhatian Pemprov Lampung sebagai bagian dari upaya mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui rakor perdana ini, Gubernur Mirza berharap seluruh OPD dan pegawai di lingkungan Pemprov Lampung memiliki kesamaan visi, fokus, serta komitmen kuat dalam mewujudkan target pembangunan tahun 2026 yang berorientasi pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (*)