• Kamis, 08 Januari 2026

ASTINDO Lampung: MoU Pariwisata Lampung–Jawa Tengah Harus Buka Pasar Wisata Nyata

Rabu, 07 Januari 2026 - 15.32 WIB
44

Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASTINDO) Lampung, Adi Susanto. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mempererat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis yang digelar di Mahan Agung, Selasa (6/1/2026) malam.

Penguatan kolaborasi tersebut dituangkan dalam berbagai dokumen kerja sama, mulai dari Perjanjian Kerja Sama (PKS), Nota Kesepahaman (MoU), Letter of Intent (LoI), hingga pernyataan kemitraan. Kesepakatan ini melibatkan perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), asosiasi pengusaha, serta para pelaku usaha dari kedua provinsi.

Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASTINDO) Lampung, Adi Susanto, menegaskan bahwa MoU kerja sama pengembangan pariwisata antara Provinsi Lampung dan Jawa Tengah harus berdampak langsung terhadap pergerakan wisatawan, bukan sekadar seremonial penandatanganan.

“Jawa Tengah adalah pasar wisata yang besar dan riil bagi Lampung. Karena itu, MoU ini harus segera diterjemahkan ke dalam program konkret yang benar-benar membuka arus kunjungan wisatawan dua arah,” ujar Adi, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut idealnya diwujudkan melalui penyusunan paket wisata lintas provinsi, promosi bersama, travel exchange, hingga kolaborasi event pariwisata yang melibatkan langsung pelaku usaha perjalanan wisata.

Adi menjelaskan, karakter wisatawan asal Jawa Tengah yang didominasi wisata rombongan, keluarga, komunitas, serta instansi sangat sesuai dengan potensi pariwisata Lampung, terutama wisata bahari, ekowisata, dan wisata keluarga.

“Jika dikelola secara serius, kerja sama ini akan berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, transportasi, UMKM, serta penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata Lampung,” tegasnya.

ASTINDO Lampung pun menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti MoU tersebut agar kerja sama antardaerah ini memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Provinsi Lampung, Romi Junanto Utama, menyampaikan bahwa kerja sama Lampung–Jawa Tengah tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi juga perdagangan komoditas antar pelaku usaha di kedua provinsi.

“Kerja sama ini difokuskan pada perdagangan sektor pertanian dan perkebunan, peternakan, perikanan, serta handicraft,” jelas Romi.

Beberapa komoditas unggulan yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut antara lain gula, beras, garam, tapioka, kelapa, sapi, dan udang, yang diharapkan dapat memperkuat rantai pasok serta meningkatkan nilai ekonomi bagi kedua daerah. (*)