• Kamis, 08 Januari 2026

Ikon Wisata Lampung Barat Terancam Kusam, Perbaikan Taman Ham Tebiu Tersendat Anggaran

Rabu, 07 Januari 2026 - 14.02 WIB
24

Taman Ham Tebiu di Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Foto: Echa/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kondisi sejumlah fasilitas Taman Ham Tebiu, ikon wisata Lampung Barat yang terletak di Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit mengalami kerusakan, terutama pada air mancur, pagar, hingga sarana pendukung lainnya.

Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung serta mencoreng citra kawasan wisata kebanggaan daerah.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan pihaknya telah berulang kali mengusulkan perbaikan fasilitas Taman Ham Tebiu. Namun, hingga kini sebagian besar usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang Pertamanan DLH Lampung Barat, Antoni Zakaria, menjelaskan bahwa kondisi air mancur yang tidak berfungsi disebabkan kerusakan pada sebagian besar pompa. Dari total tujuh unit pompa yang terpasang, lima di antaranya dalam kondisi mati.

Menurut Antoni, pada tahun anggaran 2025 lalu, DLH hanya mampu mengakomodasi perbaikan dua unit pompa air mancur.

Hal itu dikarenakan keterbatasan alokasi anggaran yang tersedia untuk sektor pertamanan dan ruang terbuka hijau di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.

“Anggaran perbaikan sangat minim. Satu pompa harganya sekitar Rp30 juta. Tahun 2025 kemarin hanya cukup untuk memperbaiki dua pompa, sementara tiga lainnya belum bisa ditangani,” kata Antoni saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, pada tahun anggaran 2026, perbaikan air mancur belum dapat dianggarkan kembali. Kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran daerah yang mengharuskan pemerintah memprioritaskan program-program lain yang dianggap lebih mendesak.

“Untuk 2026 tidak ada anggaran perbaikan air mancur karena efisiensi. Anggaran lebih diprioritaskan untuk kebutuhan program lain yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Meski demikian, Antoni memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu dekat, DLH Lampung Barat berencana melakukan langkah perbaikan terbatas agar sebagian air mancur dapat kembali berfungsi dan memperbaiki tampilan taman.

“Insyaallah, dalam waktu dekat akan kami upayakan perbaikan kerusakan yang ada, supaya setidaknya beberapa bagian air mancur bisa kembali memancar,” jelasnya.

Selain air mancur, Antoni mengungkapkan bahwa usulan pengecatan, perbaikan pagar, serta pemeliharaan fasilitas lain di Taman Ham Tebiu juga telah diajukan hampir setiap tahun. Namun, hingga saat ini belum seluruhnya dapat direalisasikan.

Ia menyebutkan, untuk tahun 2026, anggaran perbaikan pagar dan fasilitas pendukung lainnya juga belum tersedia. Kondisi ini membuat sejumlah kerusakan yang ada belum bisa ditangani secara menyeluruh.

“Kami sudah mengusulkan setiap tahun, termasuk pengecatan dan perbaikan pagar. Tapi untuk 2026 juga belum dianggarkan. Namun, kami akan tetap mengupayakan agar ke depan perbaikan bisa dilakukan secara maksimal,” katanya.

Sementara itu, di lapangan, kerusakan fasilitas tetap menjadi keluhan utama pengunjung. Air mancur yang mati, pagar yang patah dan berkarat, serta pembatas yang hilang di beberapa titik dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar embung.

Sejumlah pengunjung berharap pemerintah daerah dapat segera menemukan solusi agar Taman Ham Tebiu tidak semakin kehilangan daya tarik.

Sebagai ikon wisata dan ruang publik di pusat Kota Liwa, taman tersebut dinilai memiliki peran penting bagi citra daerah.

Warga juga berharap adanya perhatian serius terhadap pemeliharaan rutin, tidak hanya fokus pada pembangunan awal. Menurut mereka, tanpa perawatan berkelanjutan, fasilitas wisata akan cepat rusak dan berujung pada kekecewaan masyarakat. (*)