Kolaborasi Lampung - Jawa Tengah Dongkrak Ekonomi Daerah, Transaksi Capai Rp833 Miliar
Penandatanganan kerjasama antara Pemprov Lampung dan Pemprov Jawa Tengah di Mahan Agung, Selasa (6/12/2025) malam. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mempererat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis yang digelar di Mahan Agung, Selasa (6/1/2026) malam.
Penguatan kolaborasi ini dituangkan dalam berbagai dokumen kerja sama, meliputi Perjanjian Kerja Sama (PKS), Nota Kesepahaman (MoU), Letter of Intent (LoI), hingga pernyataan kemitraan.
Kesepakatan tersebut melibatkan perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), asosiasi pengusaha, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.
Salah satu kerja sama penting dilakukan di sektor pendidikan, yakni penandatanganan PKS antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
Kerja sama ini berfokus pada penguatan pendidikan vokasi melalui pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lulusan lebih selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Di sektor industri dan perdagangan, kedua provinsi sepakat mendorong fasilitasi pengembangan usaha melalui kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dan Jawa Tengah, guna memperluas jejaring ekonomi serta meningkatkan pertumbuhan antarwilayah.
Sementara itu, di bidang energi, PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda) menandatangani Nota Kesepahaman terkait pemanfaatan gas bumi serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
Kolaborasi antarpelaku usaha juga diperkuat melalui penandatanganan MoU antara HIPMI Jawa Tengah dan HIPMI Lampung. Kerja sama ini diarahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta maritim, kelautan, dan perikanan.
Di sektor pariwisata, ASTINDO Lampung dan ASTINDO Jawa Tengah sepakat menjalin kerja sama pengembangan destinasi dan promosi wisata.
Sementara itu, KADIN Jawa Tengah dan KADIN Lampung menandatangani Letter of Intent terkait perdagangan dan penyediaan berbagai komoditas unggulan, mulai dari gula, garam, kelapa, beras, kopi, singkong, buah-buahan, udang, sapi, hingga produk kerajinan.
Sejumlah BUMD dan perusahaan swasta dari kedua provinsi juga menjalin kemitraan rantai pasok untuk penyediaan bahan pangan dan bahan baku industri, termasuk gula, ubi kayu, tepung tapioka, hasil perkebunan, dan peternakan.
Dari seluruh penandatanganan MoU dan PKS tersebut, tercatat nilai transaksi mencapai Rp833 miliar. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi ekonomi regional, meningkatkan arus investasi, serta mendorong pemerataan pembangunan di kedua provinsi.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan kesan positif sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat Lampung dan Jawa Tengah.
Menurut Gubernur Mirza, hubungan Lampung dan Jawa Tengah telah terjalin erat sejak lama, tidak hanya dalam konteks pemerintahan, tetapi juga secara sosial dan kultural.
"Sejarah transmigrasi telah melahirkan generasi yang tumbuh di Lampung dengan tetap membawa nilai budaya Jawa yang berpadu dengan kearifan lokal setempat," kata dia.
Ia menegaskan bahwa masing-masing daerah memiliki keunggulan strategis. Jawa Tengah dikenal kuat di sektor pangan, industri, dan sumber daya manusia, sementara Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan.
"Jika potensi ini disinergikan, hasilnya tentu jauh lebih optimal dibandingkan berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta membuka peluang investasi yang saling menguntungkan," ujar Gubernur Mirza.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemerintah daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan harus diperkuat melalui kerja sama lintas provinsi hingga ke tingkat daerah.
Ia juga mendorong model kerja sama antargubernur berbasis business to business (B to B), dengan memadukan potensi unggulan masing-masing daerah untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan.
"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Provinsi Lampung untuk memperkuat konektivitas ekonomi dengan Jawa Tengah. Kapan pun dibutuhkan, kami siap membangun kerja sama yang lebih intensif demi kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Target PAD Pemprov Lampung 2026 Dipatok Rp4 Triliun, Terbesar dari Pajak Kendaraan Bermotor Rp1,32 Triliun
Kamis, 08 Januari 2026 -
RS Urip Sumoharjo Laksanakan Tindakan Perdana Cathlab Jantung Anak ADO
Rabu, 07 Januari 2026 -
38 Anak Ikuti Khitan Massal, YBM PLN UP3 Metro Beri Kado Pergantian Tahun 2025-2026
Rabu, 07 Januari 2026 -
Perbaikan 17 Ruas Jalan Provinsi Lampung Pakai Uang Pinjaman, Berikut Daftar Jalannya
Rabu, 07 Januari 2026









