Tol Trans Sumatera Dikeluhkan: Mahal, Bergelombang, dan Minim Penerangan
Kondisi gerbang tol Kayu Agung Utama yang rusak. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Palembang — Kerusakan parah di ruas Tol Trans Sumatera segmen Kayu Agung–Palembang menuai keluhan luas dari para pengguna jalan. Kondisi jalan yang berlubang, bergelombang, hingga becek saat hujan dinilai tidak sebanding dengan tarif tol yang harus dibayar pengendara, Minggu (11/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan sudah terasa sejak kendaraan memasuki Gerbang Tol Kayu Agung Utama. Titik terparah berada di ruas KM 345+150 hingga KM 348+850 sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Hingga kini, perbaikan di lokasi tersebut masih berlangsung dan belum rampung, meski telah dikerjakan selama beberapa bulan terakhir.
Akibat pekerjaan perbaikan, arus lalu lintas diberlakukan sistem satu arah secara bergantian. Kendaraan harus melaju satu per satu dengan kecepatan rendah, sekitar 20 kilometer per jam, tanpa kesempatan mendahului. Kondisi ini kerap menimbulkan antrean panjang, terutama pada jam-jam padat.
Selain memperlambat perjalanan, kerusakan jalan membuat kenyamanan berkendara menurun drastis. Kendaraan kerap berguncang hebat saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata, hingga penumpang merasakan hentakan berulang.
“Lewat sini rasanya seperti menunggang kuda, mobil loncat-loncat,” ujar Ujang, pengendara asal Tanggamus, Lampung, yang tengah menuju Palembang.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu, terlebih ruas yang dilalui merupakan jalan berbayar dengan tarif yang tidak murah.
“Bayar tol mahal, tapi jalannya seperti jalan ke perkebunan. Apalagi kalau hujan, becek dan berlumpur,” katanya.
Saat hujan turun, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Lumpur bercampur air kerap terciprat ke badan kendaraan, membuat mobil kotor dan mengganggu jarak pandang pengemudi. Situasi ini dinilai berisiko, khususnya bagi kendaraan kecil dan pengendara yang tidak terbiasa melintasi medan rusak.
Keluhan pengguna juga diperparah oleh minimnya penerangan jalan, terutama di malam hari. Lubang dan gelombang jalan sulit terlihat, sehingga pengemudi harus ekstra waspada saat melintas di area perbaikan.
Masalah kenyamanan ini semakin disorot jika dikaitkan dengan biaya perjalanan tol di Sumatera yang dinilai cukup tinggi. Untuk rute panjang dari Bandar Lampung menuju Palembang melalui Tol Trans Sumatera, total tarif tol bisa mencapai sekitar Rp360.000. Sementara itu, untuk ruas Kayu Agung–Palembang saja, pengendara harus membayar sekitar Rp50.000.
“Biaya tol di Sumatera relatif mahal kalau dibandingkan dengan kondisi dan fasilitas yang ada,” ujar Rohmah, salah satu pengguna tol.
Selain kondisi jalan, sejumlah pengguna juga menyoroti fasilitas rest area yang dinilai masih tertinggal dibandingkan dengan rest area di Pulau Jawa, baik dari sisi kelengkapan fasilitas, kebersihan, maupun penerangan di beberapa ruas tol.
Di tengah berbagai keluhan tersebut, pengguna jalan praktis tidak memiliki banyak alternatif. Berbeda dengan Pulau Jawa yang memiliki beragam moda transportasi, perjalanan antarkota di Sumatera—seperti Palembang dan Lampung—masih sangat bergantung pada kendaraan roda empat, baik mobil pribadi, bus, maupun travel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tol terkait target penyelesaian perbaikan di ruas KM 345+150 hingga KM 348+850. Para pengguna berharap perbaikan dapat segera dirampungkan agar fungsi tol sebagai jalur cepat, aman, dan nyaman benar-benar dapat dirasakan.
“Penerangan jalan juga perlu ditambah. Kalau malam hari, kondisi tol gelap gulita dan sangat berbahaya,” ujar Lukman, pengguna tol lainnya. (*)
Berita Lainnya
-
Akses ke Kompleks Pemkab Tanggamus Ditutup: Warga Turun Tangan Perbaiki Jalan Sendiri
Minggu, 04 Januari 2026 -
Wisata Tanggamus Berulang Makan Korban: 2 Anak Tewas di Way Lalaan dan Remaja Nyaris Tenggelam di Pantai Cuku Batu
Jumat, 02 Januari 2026 -
Jembatan Gantung Garuda Resmi Difungsikan, Warga Pekon Umbar Tanggamus Tak Lagi Terisolasi
Selasa, 30 Desember 2025 -
Geger, Penemuan Bayi di Lubang Bekas Septic Tank di Wonoharjo Tanggamus
Selasa, 30 Desember 2025









