• Selasa, 13 Januari 2026

400 Unit Taksi Listrik Segera Mengaspal di Bandar Lampung

Selasa, 13 Januari 2026 - 13.45 WIB
45

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Dok Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 400 unit taksi berbasis listrik (electric vehicle) siap dihadirkan untuk melayani masyarakat, khususnya di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam menekan tingkat polusi sekaligus memenuhi kekurangan armada transportasi umum yang ramah lingkungan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, kehadiran investor taksi hijau ini merupakan komitmen Pemprov agar energi baru terbarukan dapat terimplementasi dengan baik di Lampung.

"Kita ingin ke depan mengurangi tingkat polusi dan menjaga lingkungan agar tetap baik. Selama ini penggunaan kendaraan listrik di Lampung belum banyak, maka taksi berbasis listrik ini kita hadirkan," ujarnya saat dimintai keterangan, Selasa (13/1/2026).

Ia memaparkan data Dinas Perhubungan yang mencatat bahwa kebutuhan taksi di Lampung mencapai 4.000 unit. Namun, ketersediaan saat ini baru sekitar 2.000 unit dan seluruhnya masih menggunakan mesin konvensional.

"Selama ini penggunaan kendaraan listrik di Lampung belum banyak. Dishub menyebut kebutuhan transportasi itu sekitar 4.000 untuk kendaraan taksi. Yang ada 2.000 dan belum ada yang listrik, masih konvensional semua," kata dia.

Pada kesempatan tersebut Mirza memberikan syarat khusus dalam rekrutmen pengemudi ini. Ia mewajibkan tenaga kerja yang diserap adalah warga lokal yang dibuktikan dengan KTP Lampung, serta berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah (Desil 1 sampai 5).

"Selain itu, ada tambahan syarat rekrutmen, kuota 30 persen pengemudinya adalah perempuan," kata dia.

Terkait infrastruktur pendukung, Gubernur memastikan bahwa ekosistem Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiapkan.

"Untuk SPKLU ekosistemnya sudah disiapkan, itu justru kita siapkan lebih dulu sebelum mobil-mobilnya ada," tegas Gubernur.

Sementara itu Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, mengungkapkan bahwa Bandar Lampung akan menjadi kota keempat di Indonesia sekaligus kota pertama di Pulau Sumatera yang mengoperasikan layanan taksi listrik Green SM.

Pihaknya menargetkan operasional armada ini dapat dimulai pada momentum bulan suci Ramadan mendatang.

"Untuk tahap awal disiapkan 400 unit, fokus di Bandar Lampung dulu. Insyaallah target launching di bulan Ramadan," jelas Deny.

Saat ini, pihak manajemen masih dalam tahap riset untuk menentukan tarif yang sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Lampung serta kompetitor yang ada.

Kehadiran taksi listrik ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dengan penghasilan menjanjikan. Deny Tjia menyebut, estimasi pendapatan pengemudi (driver) berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta.

"Bahkan kalau benar-benar rajin, itu pendapatan bisa mencapai Rp11 juta sampai Rp12 juta," ungkapnya. (*)