• Rabu, 14 Januari 2026

‎KNMP Resmi Dimulai, Kampung Cabang Jadi Titik Awal Arah Baru Pembangunan Lampung Tengah

Rabu, 14 Januari 2026 - 17.26 WIB
22

‎Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri secara resmi membuka sekaligus melakukan peletakan batu pertama Program Pembangunan Kampung Melaya Merah Putih (KNMP) di Kampung Cabang, Kecamatan Bandar Surabaya. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri secara resmi membuka sekaligus melakukan peletakan batu pertama Program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Cabang, Kecamatan Bandar Surabaya, Rabu (14/01/2026).

‎Momentum ini menjadi penanda dimulainya babak baru arah pembangunan kampung yang lebih terencana, terintegrasi, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

‎Dalam sambutannya, Plt. Bupati I. Komang Koheri menegaskan bahwa KNMP adalah langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk mempercepat pembangunan kampung secara merata dan berkelanjutan.

‎Komang menekankan bahwa pembangunan kampung tidak boleh lagi dipahami semata-mata sebagai pembangunan fisik, melainkan harus menyentuh aspek ekonomi, sosial, budaya, dan kualitas hidup masyarakat.

‎“Melalui Program KNMP ini, kita ingin mewujudkan kampung yang mandiri, maju, dan berdaya saing, dengan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan serta semangat gotong royong,” ujar Komang.

‎Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin menggeser paradigma pembangunan kampung, dari pendekatan proyek semata menuju pendekatan pemberdayaan.

‎Di tengah tantangan ketimpangan pembangunan desa-kota, KNMP diharapkan menjadi instrumen koreksi terhadap pola lama yang kerap memusatkan perhatian pada wilayah tertentu saja.

‎Komang tidak menutup mata bahwa program sebesar ini tidak akan berhasil tanpa kolaborasi nyata.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif masyarakat, pembangunan hanya akan menjadi monumen tanpa ruh.

‎“Pembangunan tidak boleh hanya berhenti di papan nama proyek. Ia harus terasa manfaatnya, bisa dimanfaatkan, dirawat, dan dikembangkan oleh masyarakat sendiri,” tegasnya.

‎Pesan ini menjadi pengingat bahwa banyak program pemerintah di masa lalu yang gagal bukan karena kurangnya anggaran, tetapi karena minimnya rasa memiliki dari masyarakat.

Plt. Bupati berharap Kampung Cabang dapat menjadi contoh konkret bagaimana KNMP diterapkan dengan serius, terukur, dan berkelanjutan.

‎Ia ingin kampung ini menjadi etalase pembangunan kampung yang mampu menginspirasi wilayah lain di Lampung Tengah.

‎“Jika ini berhasil, maka Kampung Cabang akan menjadi role model. Kampung lain bisa belajar, meniru, dan menyesuaikan dengan karakter masing-masing,” ungkapnya.

‎Harapan ini sekaligus menjadi tantangan. Sebab, menjadikan sebuah kampung sebagai percontohan berarti setiap proses, dari perencanaan hingga evaluasi, harus benar-benar transparan dan akuntabel.

‎Prosesi peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya pembangunan KNMP di Kampung Cabang.

Masyarakat menyambut momen tersebut dengan antusias, membawa harapan baru akan perubahan yang nyata.

‎Bagi warga, pembangunan bukan sekadar janji, tetapi tentang akses ekonomi, lapangan kerja, fasilitas yang layak, dan masa depan anak-anak mereka.

‎Oleh karena itu, keberhasilan KNMP akan diukur bukan dari cepatnya proyek selesai, melainkan dari sejauh mana ia mampu mengubah kehidupan masyarakat secara konkret.

‎Jika KNMP berhasil, maka Lampung Tengah akan memiliki model pembangunan kampung yang bisa menjadi rujukan. Namun jika gagal, ia hanya akan menambah daftar panjang program yang lahir dengan harapan besar tetapi berakhir sebagai dokumen perencanaan belaka.

‎Peletakan batu pertama ini bukan hanya awal pembangunan fisik, tetapi juga awal dari pertaruhan kepercayaan publik.

‎Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Tengah, perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Tengah, Camat Bandar Surabaya, jajaran kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, para kepala kampung, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya.

‎Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan bahwa KNMP bukan program biasa. Ia dirancang sebagai model pembangunan kampung terpadu yang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari grand design pembangunan daerah. (*)