Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri Berbagi Sembako di HUT Tanjung Anom
Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menghadiri peringatan di HUT Kampung Tanjung Anom sekaligus berbagai sembako bagi warga sekitar. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Peringatan
Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Tanjung Anom ke-51 bukan sekadar seremoni
tahunan. Tahun ini, perayaan itu menjelma menjadi ruang perjumpaan antara
harapan, doa, dan kepedulian nyata.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah,
I Komang Koheri, hadir langsung di tengah masyarakat, mengikuti doa bersama
sekaligus membagikan sembako kepada warga, Selasa (13/01/2026), di Kecamatan
Terusan Nunyai.
Di bawah langit yang cerah dan suasana yang
penuh kehangatan, ratusan warga berkumpul bukan hanya untuk merayakan usia
kampung mereka, tetapi juga untuk merayakan rasa kebersamaan yang semakin
langka di tengah derasnya arus individualisme. Tangis haru, senyum tulus, dan
jabat tangan sederhana menjadi bahasa universal yang menyatukan semua lapisan
masyarakat hari itu.
Bagi warga, kehadiran orang nomor satu di
Lampung Tengah itu bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan representasi dari
negara yang turun langsung, mendengar, dan menyentuh kehidupan mereka.
Kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan
doa bersama lintas generasi. Para sesepuh kampung, tokoh adat, tokoh agama,
pemuda, hingga anak-anak muda ikut menundukkan kepala, memanjatkan doa agar
kampung mereka terus tumbuh dalam keberkahan dan kedamaian.
Namun, di balik daftar pejabat yang hadir,
perhatian utama tetap tertuju pada warga yang selama ini menjadi denyut nadi
Tanjung Anom, yang membangun kampung bukan dengan pidato, tetapi dengan kerja,
doa, dan kesabaran.
Kepala Kampung Tanjung Anom, Wasis Trisno
Hadi, menegaskan bahwa peringatan HUT kali ini sengaja dirancang bukan untuk
kemeriahan semata.
“Kami ingin HUT ini menjadi momen berbagi dan
merenung. Kampung ini berdiri karena kebersamaan. Maka kami ingin merayakannya
dengan kepedulian,” ujarnya.
Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran
Plt. Bupati dan jajaran pemerintah daerah, yang menurutnya menjadi energi moral
bagi warga.
“Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat
seperti ini sangat berarti. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk perhatian,”
tambahnya.
Dalam sambutannya, I Komang Koheri
menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-51 kepada Kampung Tanjung Anom.
Namun, ucapannya tak berhenti pada formalitas. Ia mengajak warga melihat usia
kampung sebagai cermin perjalanan, sekaligus pengingat akan tanggung jawab ke
depan.
“Kampung yang berusia 51 tahun adalah kampung
yang sudah matang. Tapi kematangan itu harus tercermin dari kemandirian,
persatuan, dan kepedulian antarwarganya,” ujar Komang.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya
diukur dari seberapa panjang jalan diaspal atau seberapa tinggi gedung berdiri.
“Kemajuan sejati bukan hanya soal fisik, tapi
tentang bagaimana masyarakatnya saling menguatkan, saling membantu, dan tumbuh
bersama,” tegasnya.
Menurutnya, nilai gotong royong adalah
fondasi yang tidak boleh runtuh. Jika itu hilang, maka pembangunan hanya akan
menjadi tumpukan beton tanpa jiwa.
Momen paling menyentuh terjadi saat Plt.
Bupati turun langsung membagikan sembako kepada warga. Bagi sebagian orang, itu
mungkin sekadar paket bantuan. Namun bagi penerimanya, itu adalah simbol bahwa
mereka tidak sendiri.
Seorang warga lanjut usia tampak menahan air
mata saat menerima bantuan. Tangannya gemetar, tetapi senyumnya tak bisa
disembunyikan. Momen itu seolah mengingatkan semua yang hadir bahwa kebijakan
terbaik adalah yang mampu menyentuh manusia, bukan hanya angka.
Komang mengapresiasi inisiatif pembagian
sembako ini, seraya menegaskan bahwa kepedulian sosial harus menjadi budaya,
bukan sekadar agenda.
“Kita ingin kampung ini menjadi kampung yang
saling menjaga, bukan saling meninggalkan,” katanya.
Komang juga berharap Tanjung Anom dapat
menjadi contoh kampung yang mandiri, harmonis, dan berdaya saing. Ia menegaskan
bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong program yang benar-benar menyentuh
kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin pembangunan hanya terasa di
atas kertas. Kami ingin ia hidup di rumah-rumah warga,” ucapnya.
Ucapan itu disambut tepuk tangan panjang,
bukan karena retorika, tetapi karena masyarakat ingin mempercayainya.
Di hari itu, Kampung Tanjung Anom tidak hanya
merayakan usia. Ia merayakan harapan. Dan bagi I Komang Koheri, kehadirannya
bukan sekadar agenda kerja. Ia adalah pesan: bahwa kepemimpinan sejati bukan
tentang duduk di belakang meja, melainkan berdiri di tengah rakyat. (*)
Berita Lainnya
-
Tanam Alpukat Bersama Warga, Plt Bupati Lamteng Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Desa
Rabu, 14 Januari 2026 -
Polisi Ungkap Home Industry Perakitan Senjata Api Ilegal di Lampung Tengah
Sabtu, 10 Januari 2026 -
Tata Kelola Keuangan Pemda Lampung Tengah Buruk, Media Tak Dibayar, Transparansi Nol, Dugaan Korupsi Kian Akut
Selasa, 30 Desember 2025 -
Kemitraan Tebu SGC Menguntungkan Petani Karena Harga Dijaga Pemerintah
Senin, 22 Desember 2025









