Pemprov Lampung Siapkan 3.000 Hektare di Way Pisang Jadi Sentra Kedelai
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Lampung terus memperkuat posisinya sebagai lokomotif pangan nasional guna
mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait kemandirian
pangan.
Salah satu langkah strategis yang tengah dimatangkan adalah
pengembangan sentra kedelai di kawasan Register 1 Way Pisang, Kabupaten Lampung
Selatan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov
Lampung, Mulyadi Irsan, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk
ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian yang membutuhkan perluasan ruang.
"Kita ingin melakukan ekstensifikasi, salah satunya di
Register 1 Way Pisang. Terkait detailnya, kita nanti akan berdiskusi dengan
Kementerian Kehutanan. Komoditasnya jagung dan kedelai, yang menanam adalah
masyarakat jadi tujuannya non-komersial," ujarnya saat dimintai
keterangan, Kamis (15/1/2026).
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan
Holtikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menekankan urgensi pengembangan
kawasan kedelai ini.
Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor,
khususnya dari Amerika Serikat, masih sangat tinggi hingga hampir menyentuh
angka 100 persen.
"Kita kan tahu bahwa kedelai ini sampai saat ini masih
impor malah
hampir 100 persen Indonesia kedelainya masih impor dari Amerika.
Maka kita membutuhkan pengembangan kawasan kedelai dan ini juga menjadi
kebijakan presiden," kata dia.
Elvira menjelaskan, potensi lahan di Way Pisang mencapai kurang
lebih 3.000 hektare. Namun, ia mengakui bahwa budidaya kedelai memiliki tingkat
kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan jagung atau padi, terutama bagi petani
yang belum berpengalaman.
"Perlu penetapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), bantuan
benih, alat mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan budidaya secara
intensif. Ini benar-benar harus kita dampingi," jelasnya.
Untuk memastikan keberhasilan program ini, Pemprov Lampung
berencana mereplikasi kesuksesan panen kedelai di Lampung Utara yang dilakukan
di lahan Lanal (Pangkalan TNI AL) bersama Menteri Pertahanan beberapa waktu
lalu.
"Harapan kita, dengan pola perhutanan sosial atau skema
lainnya, kita bisa memperluas pengembangan kawasan kedelai dengan meminta
pendampingan dari ahli, seperti Profesor Ali yang kemarin mendampingi Lanal di
Lampung Utara," tambah Elvira.
Selain aspek teknis budidaya, Pemprov Lampung juga tengah
merumuskan jaminan ekonomi bagi para petani. Hal ini meliputi akses permodalan
serta kepastian pasar (off-taker) yang akan menampung hasil panen.
"Jaminan harga dan akses permodalan nanti kita bahas,
termasuk siapa off-taker-nya dan berapa harganya, agar petani mendapatkan kepastian,"
pungkas Elvira. (*)
Berita Lainnya
-
Ranperda Pertambangan Lampung Tinggal Tunggu Restu Kemendagri
Kamis, 15 Januari 2026 -
Wagub Jihan: Inspektorat Benteng Terakhir, 2026 Zero Tolerance Korupsi di Lampung
Kamis, 15 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Siapkan Perluasan Kota Baru hingga 4.000 Hektare
Kamis, 15 Januari 2026 -
Kamis Beradat Mulai Diterapkan, Wagub Jihan Akui ASN Masih Beradaptasi
Kamis, 15 Januari 2026









