• Selasa, 20 Januari 2026

Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Edukasi Swasembada Pangan di Lampung Timur

Selasa, 20 Januari 2026 - 15.16 WIB
25

Pangdam Raden Intan XXI dan Wakil Gubernur Lampung saat tanam padi di Lampung Timur. Foto: Agus/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Gerakan tanam padi serentak hasil sinergi Kodam XXI/Raden Intan bersama pemerintah dipusatkan di Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan penguatan program swasembada pangan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlaela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta disaksikan ratusan petani Desa Braja Fajar.

Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, penanaman padi serentak ini dipusatkan di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, pada Selasa (20/1/2026).

Menurut Kristomei, kegiatan ini merupakan bentuk nyata keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada petani.

Luas lahan yang ditanami dalam program ini mencapai 500 hektare. Dari luasan tersebut, ditargetkan mampu menghasilkan gabah sebanyak 3.000 hingga 3.500 ton.

“Target produksi ini diharapkan dapat berkontribusi hingga 20 persen dalam mendukung program swasembada pangan pada tahun 2026,” kata Kristomei.

Bibit padi yang digunakan dalam penanaman serentak ini adalah varietas Inpari 32 jumbo. Pemilihan bibit tersebut dinilai tepat karena produktivitasnya dapat mencapai hingga 8 ton per hektare.

Selain memiliki hasil panen tinggi, Inpari 32 juga memiliki kualitas beras yang baik. Kristomei menyebut, beras Inpari menyerupai Ciherang dengan tekstur pulen saat dimasak, sehingga sangat diminati oleh petani.

Kodam XXI/Raden Intan, lanjut Kristomei, melalui kelompok tani binaan Kodim akan terus konsisten melakukan pendampingan kepada petani mulai dari masa tanam, perawatan, hingga panen.

Tidak hanya itu, Kodam juga akan mengawal agar Bulog dapat menyerap hasil panen petani secara maksimal, sehingga petani mendapatkan kepastian pasar dan harga yang layak.

Pendampingan ini dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Lampung Timur. Sementara itu, Babinsa di masing-masing wilayah akan dibekali ilmu pertanian berbasis aplikasi kecerdasan buatan atau AI.

Secara teknis, pendampingan meliputi distribusi alat pertanian, penyaluran pupuk agar tidak terjadi permainan pupuk, hingga pendampingan proses panen dan penyerapan gabah oleh Bulog.

Sementara Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan apresiasinya terhadap program TNI, khususnya Kodam XXI/Raden Intan, yang dinilai berpihak langsung kepada kepentingan masyarakat, terutama petani.

Ela menegaskan, program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. Jika Lampung Timur mampu menjadi daerah penyumbang gabah dalam jumlah besar, maka cita-cita swasembada pangan nasional dapat tercapai.

"Pemerintah sejatinya adalah pelayan masyarakat. Hari ini kita turun langsung melayani petani, dan ini harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya seremonial,” ujar Ela.

Ia menambahkan, jika hasil panen maksimal, maka program ketahanan pangan tidak hanya sukses secara nasional, tetapi juga menjadi mesin ekonomi masyarakat yang mampu meningkatkan pendapatan petani.

Untuk diketahui, Kabupaten Lampung Timur memiliki luas lahan sawah lebih dari 5.000 hektare.

Khusus di Kecamatan Way Jepara, luas lahan sawah mencapai lebih dari 2.000 hektare, dengan 500 hektare di antaranya menjadi fokus pendampingan dalam program tanam padi serentak ini. (*)