• Rabu, 13 Mei 2026

Lulusan S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Publikasi Ilmiah Nasional SINTA 2

Selasa, 20 Januari 2026 - 15.11 WIB
1

Lulusan S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Publikasi Ilmiah Nasional SINTA 2. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tiga mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) resmi dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan proyek bisnis inovatif sekaligus mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan tim penguji.

Ketiganya adalah Yolanda Mutiara, Syania Ivanny Efendi, dan Azzahra Ivana Fatih. Kelulusan tersebut diraih setelah ketiganya memaparkan proyek bertajuk “Pengembangan Produk Olahan Pisang dengan Varian Topping Saus Berbagai Rasa sebagai Inovasi Kuliner Lokal (Bananies)”, sebuah konsep usaha yang mengolah komoditas pisang lokal menjadi produk kuliner modern dengan nilai jual tinggi.

Proyek “Bananies” dirancang sebagai model bisnis kuliner yang menggabungkan cita rasa tradisional dengan preferensi pasar generasi muda. Produk ini menghadirkan aneka varian topping saus, mulai dari cokelat, keju, karamel, hingga varian premium, dengan kemasan yang menarik dan siap bersaing di pasar ritel maupun digital.

Menurut Yolanda Mutiara, ide bisnis ini berangkat dari keinginan untuk mengangkat potensi hasil pertanian lokal agar memiliki daya saing lebih tinggi.

“Pisang sangat mudah ditemukan di Lampung, namun selama ini sebagian besar hanya dijual sebagai produk mentah. Melalui Bananies, kami ingin menunjukkan bahwa komoditas lokal bisa diolah menjadi produk modern yang bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Syania Ivanny Efendi menambahkan bahwa proyek tersebut juga dirancang dengan konsep keberlanjutan.

“Kami memperhatikan aspek efisiensi bahan baku, pengurangan limbah produksi, serta penggunaan kemasan ramah lingkungan agar usaha ini tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial,” katanya.

Selain mengembangkan proyek bisnis, ketiga mahasiswi ini juga menyusun penelitian akademik yang mengkaji pengaruh green investment dan intellectual capital terhadap firm value dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi pada perusahaan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya strategi investasi berkelanjutan serta pengelolaan aset intelektual di tengah persaingan industri pariwisata yang kian ketat dan dinamis.

Azzahra Ivana Fatih menjelaskan bahwa kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri dan investor.

“Kami ingin memberikan gambaran empiris bahwa keberlanjutan dan kualitas sumber daya intelektual perusahaan perlu diimbangi dengan pengelolaan kinerja keuangan yang kuat agar benar-benar berdampak pada peningkatan nilai perusahaan,” jelasnya.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi data panel. Sampel terdiri atas 15 perusahaan pariwisata dengan total 60 observasi selama empat tahun.

Variabel green investment dan intellectual capital diukur berdasarkan indikator keuangan dalam laporan tahunan perusahaan. Kinerja keuangan diproksikan dengan Return on Assets (ROA), sedangkan nilai perusahaan (firm value) diukur menggunakan Price to Book Value (PBV).

Untuk menguji peran kinerja keuangan sebagai variabel mediasi, tim peneliti menggunakan Uji Sobel guna memastikan adanya pengaruh tidak langsung dari variabel independen terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

Green investment berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan dalam jangka pendek. Intellectual capital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Kedua variabel tersebut tidak berpengaruh langsung terhadap firm value. Kinerja keuangan terbukti menjadi variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara green investment, intellectual capital, dan nilai perusahaan.

Dengan demikian, peningkatan profitabilitas menjadi jalur utama yang memungkinkan investasi hijau dan modal intelektual berdampak pada peningkatan nilai perusahaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan nilai perusahaan di sektor pariwisata lebih banyak ditentukan oleh kinerja keuangan.

Green investment dinilai penting dalam mendukung keberlanjutan jangka panjang perusahaan, meskipun dalam tahap awal dapat menimbulkan tekanan biaya. Sementara itu, pengelolaan intellectual capital terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional.

Efek positif keduanya terhadap nilai perusahaan muncul secara tidak langsung melalui perbaikan kinerja keuangan.

Pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia memberikan apresiasi atas capaian ketiga mahasiswi tersebut yang dinilai mampu mengintegrasikan konsep akademik, riset ilmiah, dan implementasi bisnis nyata.

Dekan FEB UTI dalam keterangannya menyebut bahwa capaian ini mencerminkan komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan dunia usaha.

“Kami bangga karena mahasiswa FEB tidak hanya menghasilkan skripsi, tetapi juga melahirkan gagasan bisnis yang aplikatif dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi usaha rintisan,” ujarnya.

Dengan kelulusan ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak lulusan berdaya saing, berjiwa wirausaha, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. (*)