• Selasa, 20 Januari 2026

Sempat Rusak dan Dikeluhkan, Air Mancur Taman Ham Tebiu Lambar Kembali Memancar

Selasa, 20 Januari 2026 - 09.33 WIB
47

Air mancur yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung di Taman Ham Tebiu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Foto: Echa/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Air mancur yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung di Taman Ham Tebiu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), kini kembali memancar setelah sebelumnya dikeluhkan karena mengalami kerusakan dan tidak berfungsi dalam beberapa waktu terakhir.

Perbaikan tersebut menjawab keluhan para pengunjung yang menilai kondisi air mancur sempat mengurangi kenyamanan sekaligus estetika taman yang kerap menjadi lokasi rekreasi masyarakat, khususnya pada sore hari dan akhir pekan.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Barat, Antoni Zakaria, membenarkan bahwa perbaikan air mancur telah dilakukan oleh pihaknya beberapa hari lalu.

"Perbaikan sudah kami lakukan beberapa hari yang lalu, dan saat ini air mancur sudah bisa kembali memancar,” kata Antoni saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Meski demikian, Antoni menjelaskan pengoperasian air mancur belum bisa dilakukan secara maksimal karena keterbatasan peralatan pendukung, terutama pada sistem pompa air.

Ia menyebut kendala tersebut dipengaruhi keterbatasan anggaran, sehingga hingga kini DLH belum dapat melakukan pengadaan pompa baru secara optimal.

“Untuk pengadaan pompa di tahun anggaran 2026 masih terkendala keterbatasan anggaran, sehingga pengoperasian belum bisa penuh sepanjang hari,” ujarnya.

Sebagai solusi sementara, DLH Lampung Barat memberlakukan pengoperasian air mancur pada jam-jam tertentu agar tetap bisa dinikmati pengunjung tanpa membebani peralatan yang ada.

Antoni merinci, air mancur di Taman Ham Tebiu dioperasikan pada pagi hari mulai pukul 06.30 hingga 09.00 WIB dan dilanjutkan pada sore hari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB.

"Jam operasional tersebut kami sesuaikan dengan waktu kunjungan masyarakat yang paling ramai, terutama pagi dan sore hari,” jelasnya.

Ia berharap pengoperasian terbatas tersebut tetap dapat memberikan nilai estetika dan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke Taman Ham Tebiu.

Selain itu, Antoni juga mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas taman agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan berulang.

"Peran serta masyarakat sangat penting. Kalau fasilitas dijaga bersama, tentu usia pakainya bisa lebih panjang dan manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” pungkas Antoni. (*)