• Rabu, 21 Januari 2026

Kunjungan Wisatawan Nataru 2025/2026 di Lampung Turun, Pantai Masih Jadi Magnet Utama

Rabu, 21 Januari 2026 - 13.26 WIB
16

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Provinsi Lampung, Adi Susanto. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Provinsi Lampung, Adi Susanto, mengatakan penurunan kunjungan wisata Nataru tahun ini dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya isu keamanan dan kepercayaan wisatawan (mega trust) yang masih menjadi perhatian.

“Secara data, wisata Nataru 2025/2026 memang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Hal ini juga dirasakan di beberapa daerah, termasuk wilayah Pesisir Barat yang tidak seramai tahun sebelumnya,” ujar Adi, Rabu (21/1/2026). 

Meski demikian, sejumlah destinasi wisata unggulan di Lampung tetap ramai dikunjungi wisatawan. 

"Magnet wisata pantai masih menjadi pilihan utama selama libur panjang Nataru, " jelasnya. 

Beberapa destinasi yang tercatat masih banyak diminati antara lain Pulau Pahawang, serta wisata pantai di Lampung Selatan seperti Keduwarna, Senaya Rio The Beach, dan Kyoko Beach yang tengah digandrungi wisatawan.

Selain wisata bahari, destinasi wisata keluarga dan city tour juga mengalami lonjakan pengunjung.

"Lembah Hijau dan Kampoeng Vietnam di Kota Bandar Lampung menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar daerah selama libur Nataru, " katanya. 

Sementara itu, Pulau Wayang dan Teluk Hantu tetap menjadi idola kalangan anak muda yang ingin menikmati keindahan alam dan panorama laut Lampung.

Adi menambahkan, meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, potensi wisata Lampung masih sangat besar. 

Ia berharap ke depan ada peningkatan promosi, penguatan keamanan, serta pengelolaan destinasi yang lebih optimal guna menarik kembali minat wisatawan.

“Pantai dan wisata alam Lampung tetap punya daya tarik kuat. Tinggal bagaimana ke depan kepercayaan wisatawan bisa terus dibangun,” pungkasnya. (*)