• Kamis, 22 Januari 2026

Pencurian Beruntun Teror Ulubelu Tanggamus, Warga Sebut Pos Polisi Kerap Kosong

Kamis, 22 Januari 2026 - 10.35 WIB
62

Salah satu toko di Pekon Air Abang, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus yang menjadi korban pencurian. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Maraknya aksi pencurian dalam sebulan terakhir di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, memunculkan satu pertanyaan mendasar dari warga: ke mana aparat keamanan saat kejahatan terjadi berulang kali?

Sejumlah toko dan rumah warga dibobol pelaku dalam rentang waktu yang berdekatan.

Sasaran pencurian bukan hanya uang tunai, tetapi juga barang dagangan, hasil bumi, hingga kendaraan bermotor. Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Di Pekon Datarajan, Toko Gati kehilangan uang tunai sekitar Rp7 juta serta rokok berbagai merek. Jika ditotal, kerugian mencapai sekitar Rp10 juta.

Kasus serupa terjadi di Pekon Air Abang, di mana Toko Tari disatroni pencuri yang membawa kabur uang sekitar Rp5 juta dan rokok, dengan total kerugian sekitar Rp8 juta.

Sementara itu, di Pekon Ngarip, Toko Amin mengalami kerugian paling besar. Pelaku mencuri uang tunai sekitar Rp8 juta, lada kering seberat kurang lebih 60 kilogram, serta rokok dagangan.

"Dalam satu bulan ini kejadiannya beruntun. Kami bukan cuma kehilangan uang, tapi juga hasil kebun yang jadi sumber hidup,” kata Amin, pemilik toko di Pekon Ngarip, Kamis (22/1/2026).

Aksi pencurian juga menyasar kendaraan bermotor. Sebuah sepeda motor dilaporkan hilang di Desa Tanjungbaru, Pekon Gunungsari, pada waktu subuh. Hingga kini, kendaraan tersebut belum ditemukan.

"Sepeda motor kami hilang digondol maling, dan baru ketahuan subuh. Luar biasa aksi maling di Ulubelu saat ini," ungkap Popi pemilik sepeda motor.

Di tengah maraknya kasus tersebut, beredar pula sebuah rekaman video yang diduga memperlihatkan aksi pencurian di wilayah Pekon Ngarip. Video itu menyebar luas di media sosial dan mempertebal keresahan warga.

Warga menilai lemahnya pengamanan tidak terlepas dari tidak optimalnya fungsi pos polisi yang berada di Pekon Ngarip. 

Pos tersebut disebut sering kosong tanpa petugas, terutama pada malam hingga dini hari, saat aksi pencurian kerap terjadi.

"Pos polisi itu ada, tapi sering tidak ada orangnya. Kalau ada kejadian malam, kami mau mengadu ke siapa?” ujar Sutrisno, warga Ulubelu.

Keluhan juga datang dari aparatur pekon. Seorang tokoh pekon di Ulubelu menyebut kondisi ini sudah berulang kali disampaikan secara informal, namun belum ada perubahan signifikan di lapangan.

"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun, tapi faktanya warga resah. Pos polisi di Pekon Ngarip harus difungsikan, patroli harus rutin. Kalau tidak, kejahatan akan terus berulang,” ujarnya.

Warga dan pedagang berharap Kapolres Tanggamus turun langsung mengevaluasi kondisi keamanan di Ulubelu, mengaktifkan kembali pos polisi di Pekon Ngarip, serta meningkatkan patroli pada jam-jam rawan.

"Kalau dibiarkan, pelaku makin berani. Hari ini toko, besok bisa rumah warga,” kata Sulastri, pedagang setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait maraknya pencurian di Kecamatan Ulubelu.

Warga menunggu langkah nyata aparat untuk mengungkap pelaku dan memulihkan rasa aman di wilayah tersebut. (*)