• Rabu, 13 Mei 2026

Universitas Teknokrat Tingkatkan Kompetensi Sekretaris Profesional Siswa SMK Negeri 8 Bandar Lampung

Kamis, 22 Januari 2026 - 09.39 WIB
2

Universitas Teknokrat Tingkatkan Kompetensi Sekretaris Profesional Siswa SMK Negeri 8 Bandar Lampung. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).

Kali ini, UTI menyelenggarakan pelatihan administrasi perkantoran bertajuk professional secretary bagi siswa SMK Negeri 8 Bandar Lampung, Senin (19/1/2026).

Kegiatan yang terintegrasi dalam mata kuliah Kesekretarisan tersebut bertujuan membekali siswa dengan soft skills dan kompetensi praktis agar lebih siap menghadapi uji kompetensi keahlian (UKK) serta tuntutan dunia kerja, khususnya di bidang administrasi perkantoran modern.

Pelatihan difokuskan pada tiga keterampilan utama yang menjadi fondasi profesi sekretaris profesional, yakni telephoning, customer service, dan convening business meeting. Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui kombinasi ceramah singkat, demonstrasi, diskusi, serta simulasi langsung.

Menariknya, pada sesi pengelolaan rapat, peserta juga diperkenalkan dengan praktik rapat virtual menggunakan teknologi metaverse, sehingga siswa tidak hanya memahami prosedur konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital di lingkungan kerja masa kini.

Kepala SMK Negeri 8 Bandar Lampung, Dian Novita Dewi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan kompetensi siswa SMK.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa kami. Praktik yang diberikan membantu mereka memahami gambaran dunia kerja secara nyata, khususnya di bidang administrasi perkantoran yang menuntut ketelitian, komunikasi, dan sikap profesional,” ujarnya.

Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Rusliyawati, menegaskan bahwa keseimbangan antara teori dan praktik menjadi kunci utama dalam pembelajaran vokasi.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membimbing siswa untuk menerapkan komunikasi profesional, etika kerja, serta pengelolaan administrasi secara langsung. Harapannya, siswa lebih percaya diri ketika terjun ke dunia industri,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia terlibat aktif sebagai fasilitator. Rina menjelaskan bahwa pada sesi telephoning, siswa dilatih mengenai etika berkomunikasi melalui telepon, teknik membuka dan menutup percakapan, serta cara mencatat dan menyampaikan pesan secara efektif.

Sementara itu, Auliyana Yunika dan Sabiq Segara Wasesa membimbing sesi customer service, yang mencakup teknik penyambutan tamu, penggunaan bahasa yang sopan dan profesional, hingga strategi menangani kebutuhan dan keluhan pelanggan.

Pada sesi convening business meeting, Sofa Apkarina dan Aditya Pratama mengarahkan siswa dalam praktik penyusunan agenda rapat, penataan ruang rapat virtual, pembagian peran peserta rapat, tugas notulen, serta tindak lanjut hasil rapat melalui simulasi berbasis metaverse.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang siswa, Naswa, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru dari pelatihan tersebut.

“Kegiatannya seru dan tidak membosankan karena kami bisa langsung praktik. Simulasi telepon dan rapat sangat membantu, apalagi kami juga mendapat masukan tentang kelebihan dan hal-hal yang perlu diperbaiki. Ini sangat berguna untuk persiapan uji kompetensi,” tuturnya.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Mahathir Muhammad, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. Menurutnya, program ini mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam mengaplikasikan keilmuan untuk kepentingan masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya secara nyata untuk meningkatkan kompetensi vokasional siswa SMK. Inilah wujud kampus yang berdampak dan hadir untuk masyarakat,” kata Mahathir.

Kegiatan PKM ini diinisiasi oleh Universitas Teknokrat Indonesia dengan pendampingan langsung dari Dr. Rusliyawati, serta melibatkan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, yakni Sabiq Segara Wasesa, Rina, Auliyana Yunika, Sofa Apkarina, dan Aditya Pratama.

Melalui pelatihan ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap dapat membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan SMK Negeri 8 Bandar Lampung, khususnya dalam penguatan kompetensi vokasional, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta peningkatan kesiapan lulusan SMK menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. (*)