• Minggu, 25 Januari 2026

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Kebagusan Pesawaran Lakukan Perbaikan Secara Swadaya

Minggu, 25 Januari 2026 - 16.13 WIB
40

Rustam dan perwakilan warga saat memberikan keterangan. Foto: Sandika/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran — Bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian, warga Dusun Triharjo, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, akhirnya memilih bergerak sendiri. Pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar 150 warga turun bergotong royong melakukan pengecoran jalan secara swadaya.

Salah satu perwakilan warga, Rustam, mengatakan jalan yang diperbaiki tersebut merupakan jalan kabupaten yang hingga kini belum tersentuh perbaikan. Ironisnya, tak jauh dari lokasi, jalan desa juga mengalami kondisi serupa—rusak parah dan membahayakan pengguna.

“Ini sudah gotong royong yang kelima kalinya. Karena kalau menunggu diperbaiki pemerintah, entah sampai kapan,” ujar Rustam, Minggu (25/01/2026).

Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses vital bagi warga Triharjo. Selain digunakan untuk keluar masuk menuju kebun, jalan itu juga merupakan satu-satunya jalur bagi anak-anak menuju sekolah. Saat musim hujan, kondisi jalan berlumpur dan licin, kerap memicu kecelakaan.

Menurut Rustam, pemerintah dusun setiap tahun telah mengajukan proposal perbaikan jalan ke pemerintah kabupaten. Namun hingga kini, belum ada realisasi di lapangan.

Tak berhenti sampai di situ, warga bahkan masih merencanakan aksi swadaya lanjutan. Minggu depan, para pemuda Triharjo berencana melakukan pengerasan jalan yang kondisinya sudah tidak layak. 

Mirisnya, kegiatan tersebut juga dilakukan dengan dana patungan, bahkan anak-anak sekolah ikut iuran demi bisa melewati jalan dengan aman.

Warga berharap Bupati Pesawaran, Nanda Indira, serta anggota DPRD Pesawaran Dapil I Gedung Tataan tidak menutup mata terhadap kondisi yang mereka alami.

“Kami merasa terisolir. Jalan ini sangat membahayakan keselamatan warga dan anak-anak sekolah,” tegas Rustam.

Selain itu, warga juga meminta perhatian langsung dari Gubernur Lampung untuk turun ke lokasi dan melihat langsung kondisi jalan yang selama ini luput dari perhatian.

“Kami berhak mendapatkan pelayanan yang sama seperti daerah lain. Kami juga membayar pajak,” pungkasnya. (*)