Sambil Menangis, Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Selamatkan Anak Putus Sekolah
Sambil Menangis, Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Selamatkan Anak Putus Sekolah. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Suasana aula SMP Negeri 31 Bandar Lampung mendadak hening. Di hadapan para guru, camat, lurah, dan undangan yang hadir, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana tak kuasa menahan air mata.
Suaranya bergetar ketika berbicara tentang satu hal yang selama ini ia perjuangkan: anak-anak Bandar Lampung agar tidak kehilangan masa depan karena putus sekolah.
Air mata itu jatuh saat Eva menegaskan bahwa pendirian Sekolah Siger bukanlah proyek serampangan. Melalui Yayasan Siger Prakarsa Bunda, program tersebut, menurutnya, lahir dari kegelisahan melihat ribuan anak yang sudah dua hingga tiga tahun tidak mengenyam pendidikan.
“Agar anak-anak bisa sekolah, semuanya melalui proses. Kami tidak menutup diri untuk menerima masukan dari siapa pun yang memahami aturan. Tapi setidaknya, kami sudah melakukan prosedur terbaik untuk Sekolah Siger ini,” ujar Eva dengan nada emosional, Senin (26/1/2026).
Di tengah sorotan publik soal legalitas dan isu dana hibah, Eva menegaskan bahwa seluruh penganggaran telah diketahui DPRD Kota Bandar Lampung dan masuk dalam mekanisme resmi. Ia menyebut mustahil anggaran pendidikan dibuat tanpa prosedur yang jelas.
“DPR tahu, ini dianggarkan. Tidak mungkin anggaran pendidikan dibuat sembarangan,” tegasnya.
Bagi Eva, Sekolah Siger bukan sekadar bangunan atau administrasi. Program ini menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Pemerintah kota, kata dia, bahkan memanfaatkan sejumlah sekolah dasar yang sudah lama kosong agar tetap bisa difungsikan demi kepentingan pendidikan.
“Ini tugas pemerintah. Anak-anak kami sekolahkan gratis, kami berikan fasilitas. Apa itu salah?” ucapnya lirih, disambut suasana haru di ruangan.
Upaya itu tidak berhenti di atas meja. Eva mengungkapkan bahwa camat dan lurah ditugaskan turun langsung ke lapangan, mendata sekaligus membujuk anak-anak yang putus sekolah agar mau kembali belajar melalui Sekolah Siger.
“Harapan kami sederhana, tidak ada lagi anak putus sekolah di Bandar Lampung. Camat dan lurah mendatangi langsung anak-anak yang tidak mau atau belum sekolah,” katanya.
Di tengah polemik yang berkembang, Yayasan Siger Prakarsa Bunda juga angkat bicara. Yayasan menegaskan bahwa perdebatan soal prosedur jangan sampai mengaburkan tujuan utama berdirinya SMA Siger 1 dan SMA Siger 2: menyelamatkan ribuan anak dari kehilangan hak atas pendidikan.
Menutup sambutannya, Eva Dwiana berharap semua pihak dapat melihat Sekolah Siger secara lebih jernih dan objektif. Baginya, masa depan kota ini tidak bisa dilepaskan dari bagaimana hari ini anak-anaknya diperjuangkan.
“Kalau bukan kita yang memperjuangkan anak-anak ini, siapa lagi?” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026 -
Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung
Rabu, 13 Mei 2026








