• Selasa, 27 Januari 2026

Realisasi Investasi Lampung 2025 Capai Rp15,1 Triliun, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Selasa, 27 Januari 2026 - 15.13 WIB
13

Kepala DM PTSP Provinsi Lampung Samsurijal saat dimintai keterangan, Selasa (27/1/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung mencatatkan capaian membanggakan dalam realisasi investasi sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Total nilai investasi mencapai Rp15,195 triliun atau 141,2 persen dari target sebesar Rp10,760 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2020.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Provinsi Lampung, Samsurijal, mengatakan realisasi investasi tahun 2025 merupakan prestasi signifikan di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang belum sepenuhnya stabil.

"Angka Rp15,1 triliun ini adalah capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dari target Rp10,7 triliun, realisasi kita mencapai Rp15,196 triliun atau over target," kata Samsurijal saat dimintai keterangan, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan tren investasi Lampung yang kembali menguat pascapandemi Covid-19, setelah sebelumnya mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Samsurijal, keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur, yang dinilai mampu membangun kepercayaan investor.

"Di masa kepemimpinan Pak Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, capaian investasi Lampung menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dan membanggakan," ujarnya.

Dari sisi sektor usaha, realisasi investasi 2025 didominasi oleh industri makanan dengan nilai mencapai Rp4,049 triliun.

Posisi berikutnya ditempati sektor pertambangan sebesar Rp1,9 triliun, sektor listrik, gas, dan air Rp1,8 triliun, sektor perdagangan dan reparasi Rp1,4 triliun, serta sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp1,3 triliun.

"Secara umum distribusi investasi antar sektor cukup merata, meskipun industri makanan masih menjadi sektor paling dominan," jelas Samsurijal.

Ditinjau dari sisi kewilayahan berdasarkan nilai investasi, Kota Bandar Lampung menempati peringkat pertama dengan total realisasi Rp3,835 triliun.

Disusul Kabupaten Lampung Selatan sebesar Rp3,040 triliun, Kabupaten Lampung Tengah Rp2,087 triliun, Kabupaten Tanggamus Rp1,946 triliun, dan Kabupaten Lampung Utara Rp791,741 miliar.

Namun jika dilihat dari persentase pencapaian terhadap target, Kabupaten Tanggamus menjadi yang tertinggi.

"Dari target Rp550 miliar, realisasi investasi di Tanggamus mencapai Rp1,9 triliun atau sekitar 300 persen. Disusul Lampung Utara yang merealisasikan Rp790 miliar dari target Rp350 miliar, serta Tulang Bawang dengan realisasi Rp750 miliar dari target Rp352 miliar," kata dia.

Secara kumulatif, realisasi investasi 2025 di Provinsi Lampung mampu menyerap sebanyak 24.097 tenaga kerja Indonesia, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

"Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp12,743 triliun atau 83,86 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp2,451 triliun atau 16,13 persen," sambungnya.

Samsurijal menegaskan, capaian ini merupakan hasil dari langkah-langkah progresif Gubernur Lampung dalam membangun komunikasi intensif dengan investor serta memastikan Lampung menjadi daerah yang ramah dan kompetitif bagi investasi.

"Pak Gubernur secara aktif meyakinkan investor bahwa Lampung terbuka dan menguntungkan untuk berinvestasi. Pemerintah daerah juga berupaya menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan investor," ujarnya.

Untuk tahun 2026, Samsurijal mengatakan target investasi masih dalam tahap konsolidasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, pihaknya memperkirakan target investasi tahun depan berada di kisaran Rp13-14 triliun, dengan mempertimbangkan capaian 2025.

Selain itu, sejumlah investor yang hadir dalam Forum Investasi Lampung (FOILA) di Jakarta juga telah menindaklanjuti peluang investasi di Lampung, khususnya di sektor energi dan teknologi.

"Beberapa investor sudah berkomunikasi dengan kami untuk menjajaki potensi yang ditawarkan Lampung. Proses investasi tentu membutuhkan waktu, tidak bisa langsung terealisasi dalam waktu singkat," pungkasnya. (*)