Jalan Baru Cepat Rusak, Warga Lampung Barat Ramai-Ramai Keluhkan Proyek Dinas PUPR
Komisi ll DPRD Lampung Barat saat melakukan sidak terhadap sejumlah titik jalan rusak milik dinas PUPR yang baru selesai di bangun, Selasa (27/1/2026). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat – Keluhan warga terhadap kualitas sejumlah proyek infrastruktur di Lampung Barat terus bermunculan. Beberapa ruas jalan hasil rehabilitasi yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat dilaporkan mengalami kerusakan meski belum lama selesai dibangun, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di ruas Jalan Pampangan Sidomulyo–Srengit dengan panjang sekitar 200 meter. Jalan beton rigid yang diresmikan pada September 2025 itu kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Warga menyebut permukaan beton di beberapa bagian sudah pecah, sementara di sejumlah titik muncul genangan air saat hujan turun. Kondisi tersebut membuat jalan licin dan dinilai membahayakan pengguna, terutama pengendara sepeda motor.
“Jalan ini baru diresmikan, tapi sekarang sudah rusak. Beton pecah dan air menggenang. Kami heran dengan kualitas pekerjaannya,” ujar seorang warga, Rabu (28/1/2026).
Menurut warga, kerusakan tersebut sangat mengganggu mobilitas harian, baik untuk menuju kebun, ke pasar, maupun anak-anak yang berangkat ke sekolah.
Keluhan serupa disampaikan warga Pasar Kamis, Kecamatan Way Tenong. Proyek rehabilitasi jalan di wilayah itu dilaporkan mulai rusak meski baru rampung sekitar satu minggu lalu. Aspal terlihat mengelupas dan berlubang di sejumlah titik.
“Baru seminggu selesai, tapi sudah rusak. Kalau seperti ini, kami menduga pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi. Jangan sampai pembangunan hanya formalitas,” kata salah seorang warga Pasar Kamis.
Kondisi hampir sama juga ditemukan pada proyek rehabilitasi ruas Jalan Pasar Senin, Kelurahan Fajar Bulan. Kerusakan yang terjadi dinilai tidak wajar mengingat usia proyek yang masih sangat baru.
Merasa dirugikan, warga kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada DPRD Lampung Barat. Mereka berharap wakil rakyat dapat mengawal masalah ini hingga tuntas dan memastikan proyek pemerintah benar-benar dikerjakan dengan kualitas yang layak.
“Pembangunan itu untuk kepentingan masyarakat. Kalau hasilnya cepat rusak, kami yang susah. Kami minta DPRD mengawasi betul-betul,” ujar seorang warga.
Selain proyek jalan, warga juga mengeluhkan pembangunan los pasar milik Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) di Pasar Bungin. Bangunan los pasar dengan rangka baja dilaporkan roboh hanya tiga hari setelah selesai dikerjakan.
Saat ini, hanya tersisa satu banjar los pasar yang masih berdiri, namun kondisinya sudah terlihat miring dan dikhawatirkan roboh jika tidak segera diperbaiki.
Menanggapi laporan tersebut, anggota Komisi II DPRD Lampung Barat, Mistiana, membenarkan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik proyek di dua kecamatan sebagai respons atas keluhan masyarakat.
Ia menyebutkan, sidak dilakukan bersama delapan anggota Komisi II lainnya, yakni Sri Nur Wijayanti, Tri Budi Wahyuni, Dinarianti, Untung, Herpin, Marmin, Harun Roni, dan Juhartono.
Dari hasil peninjauan, Komisi II menemukan kerusakan di beberapa ruas jalan yang usia pembangunannya relatif masih baru. Berdasarkan keterangan warga, sebagian proyek tersebut selesai dikerjakan pada akhir tahun 2025.
“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Kerusakan itu nyata dan tidak bisa diabaikan. Ini menjadi catatan serius karena proyek-proyek ini menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” kata Mistiana.
Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Lampung Barat menjadwalkan pemanggilan Dinas PUPR dan Koprindag untuk rapat dengar pendapat (RDP) yang direncanakan berlangsung pekan depan.
Komisi II berharap ke depan pengawasan terhadap setiap tahapan pekerjaan proyek dapat diperketat agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan tidak merugikan masyarakat.
Menurut DPRD, pengawasan yang ketat juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung Barat,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Kelompok Tani Ungkap Dugaan Pungli di Lampung Barat, Bantuan Alsintan Ditebus Jutaan Rupiah
Rabu, 28 Januari 2026 -
Lambar Terima Dana BOSP 2026 Rp18,57 Miliar, Disdikbud Tegaskan Kepatuhan Aturan
Rabu, 28 Januari 2026 -
Konsisten di Level Nasional, Festival Sekala Bekhak XII Kembali Masuk KEN 2026
Selasa, 27 Januari 2026 -
Pemkab Lambar Tertibkan Pedagang di Kawasan Pasar Liwa
Selasa, 27 Januari 2026









