Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Luncurkan Buku Antologi Whisper from Desa Payungi
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Luncurkan Buku Antologi Whisper from Desa Payungi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), kampus terbaik di Lampung, kembali menunjukkan kreativitas akademik melalui penerbitan buku antologi prosa berjudul “Whisper from Desa Payungi.”
Karya tersebut merupakan hasil pembelajaran mata kuliah Prose Composition dan menjadi salah satu produk unggulan yang dipamerkan dalam Academic Expo Universitas Teknokrat Indonesia Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
Antologi ini memuat kumpulan cerita pendek berbahasa Inggris yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat Desa Payungi, sebuah desa wisata budaya yang dikenal dengan kekayaan tradisi dan aktivitas sosialnya.
Beragam kisah dalam buku ini menggambarkan dinamika kehidupan pedesaan, relasi antarmasyarakat, nilai-nilai lokal, hingga perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat desa.
Ketua Program Studi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia, Suprayogi, M.Hum., menjelaskan bahwa pemilihan Desa Payungi sebagai latar cerita merupakan bagian dari strategi pembelajaran sastra yang kontekstual dan relevan dengan realitas sekitar mahasiswa.
“Mahasiswa Sastra Inggris tidak hanya dituntut menguasai teori sastra dan bahasa, tetapi juga mampu membaca, memahami, dan merefleksikan realitas sosial di sekitarnya. Melalui karya ini, mereka belajar menjadikan lingkungan lokal sebagai sumber inspirasi sastra yang bernilai universal,” ujar Suprayogi.
Mata kuliah Prose Composition yang diampu oleh Dr. E. Ngestirosa Endang Woro Kasih, M.A., menerapkan pendekatan project-based learning. Mahasiswa didorong melakukan observasi lapangan, berdialog dengan masyarakat, merefleksikan pengalaman, serta mengolahnya menjadi karya prosa fiksi.
Pendekatan tersebut bertujuan melatih kepekaan sastra, imajinasi kreatif, kedisiplinan menulis, serta kemampuan berpikir kritis dalam mengembangkan alur cerita, karakter, dan konflik.
Cerita-cerita dalam antologi Whisper from Desa Payungi tidak hanya menampilkan keindahan desa wisata budaya tersebut, tetapi juga mengangkat tema-tema kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan pembaca, seperti kebersamaan, memori masa kecil, perjuangan hidup, hingga hubungan antargenerasi. Penggunaan bahasa Inggris sebagai medium penulisan menempatkan nilai-nilai lokal dalam perspektif global.
Salah satu penulis dalam antologi tersebut, M. Azra Lilam Putra, yang juga meraih penghargaan dalam Academic Expo 2026, mengungkapkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat Payungi memberikan pengalaman berharga dalam proses kreatifnya.
“Payungi memberi saya banyak cerita kecil yang bermakna. Menulis Whisper from Desa Payungi membuat saya belajar mendengarkan dan merasakan kehidupan orang lain sebelum menuliskannya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa proses menulis dalam bahasa Inggris menuntut ketekunan dan ketelitian tinggi.
“Mengubah pengalaman lapangan menjadi cerita yang utuh dalam bahasa Inggris bukan hal mudah. Namun, melalui proses revisi dan diskusi di kelas, tulisan kami menjadi lebih matang dan terarah,” katanya.
Dipamerkannya antologi ini dalam Academic Expo menegaskan bahwa pembelajaran sastra di Program Studi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia tidak berhenti pada kajian teori di ruang kelas, melainkan diwujudkan dalam produk akademik yang nyata dan dapat dinikmati masyarakat luas.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas terbitnya antologi tersebut sebagai bukti implementasi misi kampus sebagai Kampus Inovatif.
Kreativitas mahasiswa yang dipamerkan hari ini merupakan bukti nyata bahwa pembelajaran di Teknokrat terus beradaptasi secara berkelanjutan, termasuk dalam bidang sastra dan humaniora,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia juga berkomitmen sebagai Kampus Berdampak, di mana setiap karya mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dan menjadi solusi atas persoalan sosial maupun kebutuhan industri kreatif.
Selain itu, kampus juga terus menguatkan jati diri sebagai Kampus Berkelanjutan, dengan menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara konsisten dari tahun ke tahun.
Melalui penerbitan antologi Whisper from Desa Payungi, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang mendorong lahirnya karya sastra kreatif berbasis kearifan lokal, berwawasan global, serta memiliki nilai akademik dan sosial yang tinggi. (*)
Berita Lainnya
-
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026 -
Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung
Rabu, 13 Mei 2026








