• Rabu, 28 Januari 2026

Tekan Angka Stunting, Pemkab Lampung Barat Siapkan Dapur Sehat di Enam Kecamatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15.53 WIB
26

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Lampung Barat, Budi Kurniawan. Foto: Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) bakal meluncurkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sebagai salah satu strategi percepatan penurunan angka stunting di wilayah setempat.

Program ini merupakan implementasi kebijakan nasional yang digulirkan pemerintah pusat dengan pendekatan berbasis keluarga dan komunitas.

Kepala DPPKBPPPA Lampung Barat, Budi Kurniawan, mengatakan Program Dashat dirancang untuk memperkuat intervensi pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun (baduta) yang masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting.

“Dashat ini fokus pada penyediaan makanan sehat dan bergizi berbasis potensi lokal, sekaligus edukasi kepada keluarga sasaran agar memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini,” kata Budi Kurniawan Rabu (28/1/2026).

Untuk tahap awal, Program Dashat direncanakan akan dilaksanakan di enam kecamatan, masing-masing satu pekon atau kelurahan. Keenam lokasi tersebut meliputi Kecamatan Balik Bukit di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Way Tenong di Kelurahan Fajar Bulan.

Kemudian Kecamatan Sekincau di Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Pagar Dewa di Pekon Basungan, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) di Pekon Srimulyo, serta Kecamatan Suoh di Pekon Tugu Ratu.

Namun demikian, Budi menegaskan bahwa penetapan lokasi tersebut masih bersifat sementara. Saat ini, seluruh lokasi masih menunggu hasil verifikasi dan validasi (verval) yang dilakukan oleh kementerian terkait, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan.

“Lokasi yang kami siapkan ini masih fluktuatif karena harus menunggu hasil verval dari kementerian. Bisa saja nanti ada perubahan sesuai dengan data terbaru keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Budi menjelaskan, proses verval dilakukan untuk memastikan bahwa pekon atau kelurahan yang dipilih benar-benar memenuhi kriteria sebagai lokus stunting, baik dari sisi jumlah KRS, ibu hamil, baduta, maupun kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, setiap pekon yang ditetapkan sebagai lokasi Dashat akan memiliki lima orang kader Dashat. Kader tersebut akan berperan langsung dalam operasional dapur sehat serta pendampingan keluarga sasaran.

“Setiap kader nantinya akan mendampingi 10 Keluarga Risiko Stunting (KRS). Jadi fokus kita benar-benar pada keluarga yang sudah terdata, terutama ibu hamil dan baduta,” jelas Budi.

Ia menambahkan, para kader Dashat akan mendapatkan pembekalan terkait gizi seimbang, pengolahan makanan sehat, hingga edukasi perubahan perilaku. Pembekalan tersebut mengacu pada pedoman teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Tidak hanya menyediakan makanan bergizi, Program Dashat juga diarahkan untuk mendorong perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Keluarga sasaran akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi, kebersihan lingkungan, serta pola asuh yang tepat dalam mencegah stunting.

Menurut Budi, pendekatan berbasis masyarakat menjadi keunggulan Program Dashat karena melibatkan partisipasi aktif warga setempat. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

“Dashat ini bukan sekadar program bagi-bagi makanan, tetapi membangun kesadaran bersama agar masyarakat mampu mengelola dapur sehat secara mandiri,” ungkapnya.

DP3A Lampung Barat juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah pekon, hingga kader Posyandu. Sinergi ini dinilai penting agar intervensi penurunan stunting dapat berjalan secara terpadu.

Budi menambahkan, enam kecamatan yang saat ini masuk dalam proses verval dipilih berdasarkan data awal yang menunjukkan masih adanya keluarga dengan risiko stunting cukup tinggi. Namun, pemerintah daerah tetap mengedepankan prinsip ketepatan sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa intervensi ini benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan, sesuai dengan data dan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Melalui peluncuran Program Dashat, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung target nasional penurunan stunting. Dengan keterlibatan kader, pendampingan intensif, serta peran aktif masyarakat, pemerintah optimistis angka stunting di daerah tersebut dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan. (*)