47 Mahasiswa Universitas Saburai Jalani Misi Kemanusiaan di Pesisir Selatan Sumbar
Pelepasan 47 mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai oleh Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, pada Kamis (29/1/26) pagi. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 47
mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) diberangkatkan untuk
mengikuti Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan
Teknologi (Kemendiktisaintek) di Nagari Duku, Kabupaten Pesisir Selatan,
Sumatera Barat.
Program tersebut difokuskan pada kegiatan
pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana. Pelepasan mahasiswa
dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, pada Kamis
(29/1/26) pagi.
Dalam sambutannya, Dr. Sodirin menegaskan
bahwa keberangkatan mahasiswa merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang
menuntut tanggung jawab serta kedisiplinan selama berada di lokasi pengabdian.
“Kalian berangkat untuk mengabdi kepada
masyarakat yang membutuhkan. Cepat beradaptasi, jaga sikap, dan patuhi seluruh
kesepakatan yang telah ditetapkan,” kata Sodirin.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar selalu
menjaga kesehatan selama menjalankan kegiatan di lapangan. “Sesuaikan aktivitas
dengan kondisi di lokasi, jaga pola makan dan kesehatan. Ini merupakan
kesempatan untuk belajar mandiri sekaligus menambah pengalaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPPM Universitas
Saburai, Novalia, mengatakan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan
implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian
kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari program resmi pemerintah.
“Program ini didanai oleh Kemendiktisaintek
bersama Universitas Saburai. Universitas Saburai menjadi satu-satunya perguruan
tinggi di Provinsi Lampung yang menerima hibah bantuan program ini. Sementara
di wilayah LLDikti Wilayah II, hanya dua universitas yang mendapatkan pendanaan
serupa,” jelas Novalia.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan kegiatan,
para mahasiswa akan didampingi oleh tiga dosen Universitas Saburai guna
memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat
setempat.
Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Saburai,
Ahmad Bastari, menyebut keberangkatan mahasiswa tersebut juga membawa dukungan
logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
“Mahasiswa berangkat dalam kondisi sehat dan
telah dibekali berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan pribadi, alat
ibadah, hingga bantuan untuk masyarakat di lokasi,” ujar Ahmad Bastari.
Diketahui, sebanyak 47 mahasiswa dari empat
fakultas Universitas Saburai akan menjalani kegiatan pengabdian masyarakat
selama 20 hari, terhitung sejak 28 Januari hingga 25 Februari 2026. (*)
Berita Lainnya
-
BATIQA Hotel Lampung Hadirkan Valentine Blind Date Bersama Make Over Lampung, Solusi Seru Rayakan Hari Kasih Sayang untuk Para Single
Kamis, 29 Januari 2026 -
Karyawan Bawa Kabur Motor dan Uang Majikan di Bandar Lampung
Kamis, 29 Januari 2026 -
PAUD di Lampung Diguyur Bantuan Dana 57,3 Miliar
Kamis, 29 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Terima Penghargaan Kualitas Tertinggi Kategori Pemerintah Provinsi dari Ombudsman RI
Kamis, 29 Januari 2026









