• Jumat, 30 Januari 2026

Pemprov Lampung Mulai Panggil 15 Calon Investor Hasil LEIF 2025

Jumat, 30 Januari 2026 - 14.19 WIB
24

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, saat dimintai keterangan, Jum'at (30/1/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai mengakselerasi realisasi investasi dengan menindaklanjuti 15 Letter of Intent (LOI) calon investor yang dihasilkan melalui ajang Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Forum yang diselenggarakan bekerja sama dengan Bank Indonesia tersebut menjadi pintu masuk bagi berbagai rencana investasi strategis di Lampung. Saat ini, Pemprov Lampung memasuki tahapan lanjutan dengan memanggil para investor untuk memastikan komitmen investasi dapat segera direalisasikan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, proses tindak lanjut dilakukan secara bertahap dengan memanggil investor yang telah menyampaikan LOI satu per satu.

“Ini tahapannya sedang kita lanjutkan. Investor-investor yang kemarin mengajukan LOI kami panggil satu per satu untuk ditindaklanjuti agar bisa segera berjalan,” ujar Mirza saat dimintai keterangan, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, 15 LOI yang masuk berasal dari berbagai sektor usaha. Namun, pada tahap awal pembahasan, Pemprov Lampung memfokuskan perhatian pada sektor energi baru dan terbarukan.

“Kemarin ada 15 investor dari berbagai macam sektor. Kalau yang hari ini kita bahas fokus ke energi baru terbarukan,” jelasnya.

Mirza memaparkan, skema realisasi investasi dilakukan melalui beberapa tahapan. Setelah LOI, proses berlanjut ke penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi dasar pelaksanaan studi kelayakan atau feasibility study (FS).

“Biasanya tahapannya dari LOI ke MoU. MoU ini untuk melakukan feasibility study. Setelah FS selesai, investor akan melihat hasilnya. Kalau dinyatakan feasible, baru dibicarakan lagi skema investasinya seperti apa dan dukungan pemerintah seperti apa,” paparnya.

Sejumlah proyek strategis daerah, termasuk kawasan Kota Baru, disebut telah memiliki LOI dari calon investor. Namun, penindaklanjutan dilakukan secara bergiliran sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Kota Baru itu juga sudah ada LOI, tapi belum kami panggil. Sekarang ini bergantian terus,” kata Mirza.

Gubernur menegaskan, nilai investasi dari para calon investor tersebut tergolong besar, baik yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Nilai investasinya besar-besar. Ada PMA, ada PMDN. Karena ini bisnis, nilainya tentu lumayan,” ujarnya.

Melalui langkah percepatan ini, Pemprov Lampung menargetkan capaian investasi tahun 2026 dapat melampaui realisasi tahun sebelumnya. Pada 2025, total nilai investasi di Provinsi Lampung tercatat mencapai Rp15,195 triliun atau 141,2 persen dari target Rp10,760 triliun, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 2020.

Untuk tahun 2026, target investasi masih dalam tahap konsolidasi bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Meski demikian, Pemprov Lampung memperkirakan target investasi berada di kisaran Rp13 hingga Rp14 triliun dengan mempertimbangkan tren dan capaian investasi tahun sebelumnya. (*)