Gaji dan Tunjangan DPRD Lampung Tengah Sedot APBD 2026 Sebesar Rp 28,9 Miliar
Gaji dan Tunjangan DPRD Lampung Tengah Sedot APBD 2026 Sebesar Rp 28,9 Miliar. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Gaji dan tunjangan DPRD Kabupaten Lampung Tengah menyedot dana APBD TA 2026 sebesar Rp28.978.410.554.
Berdasarkan Peraturan Bupati Lampung Tengah Nomor 41 Tahun 2025 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (TA) 2026 dalam Pasal 2 disebutkan nilai APBD tahun ini ditetapkan sebesar Rp2.765.734.915.908.
Dari total anggaran tersebut, khusus untuk belanja gaji dan tunjangan DPRD Kabupaten Lampung Tengah senilai Rp28.978.410.554. Belanja terbesar DPRD berasal dari tunjangan transportasi DPRD sebesar Rp8.947.440.000.
Rinciannya, untuk belanja uang representasi DPRD Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp1.114.260.000.
Selanjutnya, untuk belanja tunjangan keluarga DPRD Rp164.000.000, belanja tunjangan beras DPRD Rp162.500.000 dan belanja uang paket DPRD Rp95.508.000.
Kemudian, ada belanja tunjangan jabatan DPRD sebesar Rp1.615.677.000, belanja tunjangan alat kelengkapan DPRD Rp148.352.400 dan belanja tunjangan alat kelengkapan lainnya DPRD senilai Rp39.463.200.
Lalu, ada belanja tunjangan komunikasi intensif pimpinan dan anggota DPRD sebesar Rp7.700.503.046 dan belanja tunjangan reses DPRD senilai Rp1.575.000.000.
Berikutnya ada belanja tunjangan kesejahteraan pimpinan dan anggota DPRD senilai Rp7.399.116.908. Belanja ini terdiri dari belanja iuran jaminan kesehatan bagi DPRD Rp123.270.104, belanja jaminan kecelakaan kerja DPRD Rp3.733.200, belanja jaminan kematian DPRD Rp4.666.800 serta belanja tunjangan perumahan DPRD sebesar Rp7.267.446.804.
Kemudian ada belanja tunjangan transportasi DPRD sebesar Rp8.947.440.000 dan belanja uang jasa pengabdian DPRD senilai Rp16.590.000.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Yasir Asromi, saat ditelepon mengatakan sedang tidak memegang data gaji dan tunjangan DPRD Kabupaten Lampung Tengah.
“Mungkin benar seperti itu datanya, tapi saya sedang tidak pegang datanya. Yang tahu itu bagian perencanaan,” kata Yasir melalui WhatsApp, Selasa (3/2/2026). (*)
Berita Lainnya
-
Ni Ketut Dewi Nadi: Fatayat NU Harus Terus Menjadi Pelita yang Mencerahkan Umat
Minggu, 01 Februari 2026 -
Jembatan Mbah Bono di Desa Nyukang Harjo Lamteng Kembali Putus Diterjang Banjir
Jumat, 30 Januari 2026 -
Dana BOS SMA di Lamteng Dilaporkan ke DPRD Provinsi, Publik Desak Transparansi Pengelolaan
Senin, 26 Januari 2026 -
Koboi Bersenpi di Lamteng Ternyata Bandar Narkoba, Polisi Sita 121 Gram Sabu dan 47 Gram Pil Ekstasi
Sabtu, 24 Januari 2026









