• Selasa, 03 Februari 2026

Sayur Hidroponik Lapas Kelas I Bandar Lampung Tembus Pasar Dapur MBG, Suplai 20 Kg Tiap Minggu

Selasa, 03 Februari 2026 - 16.24 WIB
13

Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati didampingi Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Medi Oktafiansyah, turun langsung ke area hijau untuk melihat proses panen. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kualitas sayuran hidroponik hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terbukti kian diperhitungkan. Pada Selasa (3/2/2026), Lapas ini resmi memenuhi pesanan rutin dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Sukajawa dengan kuota suplai mencapai 20 kilogram per minggu.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk pertanian Lapas memiliki standar mutu yang kompetitif. Untuk memastikan pesanan perdana ini sempurna, Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati didampingi Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Medi Oktafiansyah, turun langsung ke area hijau untuk melihat proses panen.

Jenis sayuran yang dipanen meliputi Pakcoy dan Selada segar. Kalapas tidak hanya sekadar memetik, namun melakukan Quality Control yang ketat. Ia memeriksa satu per satu kondisi sayuran, mulai dari kebersihan akar, kesegaran daun, hingga memastikan produk bebas hama.

“Ini adalah kepercayaan besar dari Dapur MBG. Jadi, kita harus pastikan apa yang kita kirim adalah kualitas terbaik. Sayurannya harus bersih, segar, dan higienis karena ini akan dikonsumsi masyarakat. Jangan sampai ada yang layu atau kotor,” tegas Kalapas saat memeriksa hasil panen.

Setelah dipanen, kata Ike, sayuran tersebut langsung melalui proses penyortiran dan pengemasan yang rapi dan steril.

“Keberhasilan menembus pasar Dapur MBG ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus meningkatkan produktivitas, sekaligus membuktikan bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung mampu menjadi sentra ketahanan pangan yang produktif,” tuturnya.

Satu tahun pelaksanaan program MBG di Provinsi Lampung telah dinikmati sebanyak lebih dari 2,7 juta orang. Sebanyak 903 SPPG atau dapur MBG sudah beroperasi, namun baru 77 yang memiliki SLHS.

Tidak terasa, program MBG sudah berjalan selama satu tahun sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan pelaksanaan program MBG di Provinsi Lampung telah menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Hingga saat ini, jumlah penerima MBG di Lampung mencapai lebih dari 2,7 juta orang.

Saipul menjelaskan, potensi penerima MBG di Provinsi Lampung sebenarnya sebanyak 2.372.731 orang, terdiri dari siswa 2.021.981 orang, ibu hamil 2.937 orang, ibu menyusui 206 orang, serta balita 347.607 orang.

“Namun realisasi penerima MBG saat ini sudah mencapai 2.788.739 orang atau sekitar 118 persen dari total potensi penerima. Datanya terus bergerak sesuai fakta di lapangan,” kata Saipul, Senin (19/1/2026).

Saipul menerangkan, program MBG di Lampung direncanakan didukung oleh 791 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Namun hingga kini, jumlah SPPG yang aktif telah mencapai 903 unit atau sekitar 114 persen dari rencana.

“Sementara itu, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang telah diterbitkan hingga saat ini berjumlah 77,” ujar Saipul. (*)