Sayur Hidroponik Lapas Kelas I Bandar Lampung Tembus Pasar Dapur MBG, Suplai 20 Kg Tiap Minggu
Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati didampingi Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Medi Oktafiansyah, turun langsung ke area hijau untuk melihat proses panen. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kualitas sayuran hidroponik hasil karya
warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terbukti
kian diperhitungkan. Pada Selasa (3/2/2026), Lapas ini resmi memenuhi pesanan
rutin dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Sukajawa dengan kuota suplai
mencapai 20 kilogram per minggu.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk pertanian Lapas memiliki standar
mutu yang kompetitif. Untuk memastikan pesanan perdana ini sempurna, Kepala
Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati didampingi Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Medi
Oktafiansyah, turun langsung ke area hijau untuk melihat proses panen.
Jenis sayuran yang dipanen meliputi Pakcoy dan Selada segar. Kalapas tidak
hanya sekadar memetik, namun melakukan Quality Control yang ketat. Ia memeriksa
satu per satu kondisi sayuran, mulai dari kebersihan akar, kesegaran daun,
hingga memastikan produk bebas hama.
“Ini adalah kepercayaan besar dari Dapur MBG. Jadi, kita harus pastikan apa
yang kita kirim adalah kualitas terbaik. Sayurannya harus bersih, segar, dan
higienis karena ini akan dikonsumsi masyarakat. Jangan sampai ada yang layu
atau kotor,” tegas Kalapas saat memeriksa hasil panen.
Setelah dipanen, kata Ike, sayuran tersebut langsung melalui proses
penyortiran dan pengemasan yang rapi dan steril.
“Keberhasilan menembus pasar Dapur MBG ini diharapkan menjadi motivasi bagi
warga binaan untuk terus meningkatkan produktivitas, sekaligus membuktikan
bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung mampu menjadi sentra ketahanan pangan yang
produktif,” tuturnya.
Satu tahun pelaksanaan program MBG di Provinsi Lampung telah dinikmati
sebanyak lebih dari 2,7 juta orang. Sebanyak 903 SPPG atau dapur MBG sudah
beroperasi, namun baru 77 yang memiliki SLHS.
Tidak terasa, program MBG sudah berjalan selama satu tahun sejak
diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan
MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan pelaksanaan program MBG di Provinsi
Lampung telah menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Hingga saat ini,
jumlah penerima MBG di Lampung mencapai lebih dari 2,7 juta orang.
Saipul menjelaskan, potensi penerima MBG di Provinsi Lampung sebenarnya
sebanyak 2.372.731 orang, terdiri dari siswa 2.021.981 orang, ibu hamil 2.937
orang, ibu menyusui 206 orang, serta balita 347.607 orang.
“Namun realisasi penerima MBG saat ini sudah mencapai 2.788.739 orang atau
sekitar 118 persen dari total potensi penerima. Datanya terus bergerak sesuai
fakta di lapangan,” kata Saipul, Senin (19/1/2026).
Saipul menerangkan, program MBG di Lampung direncanakan didukung oleh 791
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Namun hingga kini,
jumlah SPPG yang aktif telah mencapai 903 unit atau sekitar 114 persen dari
rencana.
“Sementara itu, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang telah diterbitkan hingga saat ini berjumlah 77,” ujar Saipul. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Gelar Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Matematika di SMAN 15 Bandar Lampung
Selasa, 03 Februari 2026 -
Hasil Verifikasi Disdikbud: SMA Siger 1 dan 2 Bandar Lampung Belum Layak Dapat Izin Operasional
Selasa, 03 Februari 2026 -
Kuota Pupuk Subsidi Lampung 2026 Capai 710 Ribu Ton, DPRD Fokus Awasi Harga dan Distribusi
Selasa, 03 Februari 2026 -
Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD Lamteng Rp 28,9 Miliar, Pengamat Soroti Keadilan dan Efektivitas Anggaran
Selasa, 03 Februari 2026









