Dinas PUPR Lampung Barat Alasan Anggaran Minim untuk Perbaikan Jalan, Warga: Jangan Tunggu Viral Baru Diperbaiki
Potret perjuangan warga menembus jalan berlumpur dan Pekon Atar Kuwaw. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Keluhan warga Pekon Atar Kuwaw, Kecamatan
Batu Ketulis, terkait kondisi jalan berlumpur yang menyulitkan aktivitas
sehari-hari akhirnya mendapat respons dari pemerintah daerah. Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Barat mengakui sebagian besar ruas jalan
menuju Atar Kuwaw masih mengalami kerusakan berat dan penanganannya dilakukan
secara bertahap.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lampung Barat, Hermanto, menjelaskan
bahwa ruas jalan menuju Atar Kuwaw, khususnya pada segmen Atarbawang–Tebaliokh,
memang masih menjadi perhatian pemerintah daerah karena kondisinya belum
memadai.
Menurut Hermanto, dari total panjang ruas jalan Atar Kuwaw sekitar 10,8
kilometer, sekitar 8,8 kilometer di antaranya saat ini berada dalam kondisi
rusak berat. Kondisi tersebut disebabkan sebagian besar konstruksi jalan masih
berupa batu telford atau onderlagh serta tanah merah. “Dengan kondisi jalan
seperti ini, saat musim hujan akses memang menjadi sulit dilalui," ujar
Hermanto, Selasa (10/2/2026).
Ia mengakui kondisi jalan tersebut sejalan dengan keluhan warga yang
sebelumnya ramai diberitakan dan viral di media sosial, di mana masyarakat
harus bersusah payah melintasi jalan, bahkan kerap terjebak lumpur saat hujan
turun.
BACA JUGA: Warga
Lampung Barat Kembali Keluhkan Jalan Berlumpur di Atar Kuwaw, Hambat Akses
Sekolah
Hermanto menyampaikan, Dinas PUPR Lampung Barat telah merencanakan
penanganan jalan Atar Kuwaw secara bertahap mulai tahun 2026, namun
pelaksanaannya menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang saat ini masih
terbatas.
Untuk tahun anggaran 2026, kata Hermanto, alokasi dana yang tersedia untuk
penanganan jalan di wilayah tersebut hanya sekitar Rp89 juta. Anggaran itu
belum memungkinkan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh di sepanjang
ruas jalan yang rusak.
Meski demikian, pihaknya memastikan akan melakukan penanganan awal pada
salah satu titik atau segmen jalan yang dinilai paling membutuhkan, guna
mengurangi kesulitan masyarakat saat melintas, terutama di musim hujan.
“Rencananya tahun ini akan ada penanganan di salah satu segmen. Dalam waktu
dekat juga akan dilakukan survei ulang untuk menentukan titik yang disepakati
bersama warga setempat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Dinas PUPR pada prinsipnya siap melaksanakan pembangunan
jalan apabila ruas jalan Atar Kuwaw diusulkan sebagai skala prioritas oleh
masyarakat melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
“Jika memang menjadi usulan prioritas masyarakat, tentu akan kami
laksanakan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran yang ada,” katanya.
Hermanto juga menyebutkan bahwa penanganan jalan Atar Kuwaw tidak berhenti
pada tahun ini saja. Pemerintah daerah berencana melanjutkan perbaikan secara
bertahap pada tahun-tahun berikutnya. “Insyaallah akan berlanjut di tahun
berikutnya, karena penanganan jalan ini memang tidak bisa selesai dalam satu
tahun anggaran,” ujarnya.
Namun di sisi lain, pernyataan Dinas PUPR Lampung Barat yang menyoroti
keterbatasan anggaran justru menuai kritik dari warga Pekon Atar Kuwaw. Mereka
menilai alasan tersebut tidak lagi relevan dan terkesan sebagai dalih klasik
yang terus diulang setiap tahun.
Warga menegaskan, persoalan jalan rusak di Atar Kuwaw bukan baru muncul
setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran. Usulan perbaikan jalan telah
disampaikan jauh sebelumnya, saat kondisi fiskal daerah dinilai masih dalam
keadaan stabil.
“Kalau sekarang alasannya efisiensi anggaran, pertanyaannya kenapa dulu
waktu anggaran daerah masih baik-baik saja jalan ini tetap dibiarkan rusak,”
ujar salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Menurut warga, alasan keterbatasan anggaran justru mengaburkan persoalan
utama, yakni lemahnya penetapan skala prioritas pembangunan. Mereka menilai
pemerintah daerah gagal membaca kebutuhan riil masyarakat di wilayah yang
selama ini tertinggal dari sisi infrastruktur dasar.
“Usulan sudah berulang kali masuk lewat musrenbang dan jalur resmi lainnya.
Tapi hasilnya nihil. Jadi jangan selalu berlindung di balik alasan anggaran,”
tegasnya.
Warga menilai, jika sejak awal jalan Atar Kuwaw benar-benar dianggap
penting, perbaikan seharusnya sudah dilakukan bertahun-tahun lalu, tanpa harus
menunggu kondisi viral atau tekanan publik.
Bagi masyarakat, keterbatasan anggaran bukan lagi alasan yang bisa
diterima, sebab dampak jalan rusak terus mereka tanggung setiap hari, mulai
dari akses pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil perkebunan. “Setiap
hujan kami terjebak lumpur, anak-anak sekolah susah lewat, orang sakit
kesulitan dibawa berobat. Tapi yang kami dengar setiap tahun hanya janji dan
alasan,” katanya.
Warga juga menyayangkan pola respons pemerintah yang dinilai baru bergerak
setelah persoalan ramai diperbincangkan di media sosial, bukan berdasarkan
kebutuhan mendesak di lapangan. “Kami tidak butuh janji bertahap, kami butuh
kepastian. Jangan tunggu viral dulu baru ada perhatian,” ucapnya.
Dengan alasan tersebut, warga menegaskan bahwa persoalan jalan rusak bukan
semata soal ketersediaan anggaran, melainkan menyangkut keberanian pemerintah
daerah dalam menentukan prioritas dan keberpihakan terhadap masyarakat yang
selama ini terpinggirkan.
Warga juga mengaku lelah terus-menerus berharap kepada pemerintah,
sementara kondisi jalan yang rusak dan berlumpur terus mereka hadapi setiap
hari, terutama saat musim hujan. “Kami capek terus berharap. Setiap hujan jalan
makin parah, anak-anak sekolah susah lewat, orang sakit susah dibawa ke
puskesmas, hasil kebun juga susah diangkut,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Buka Manasik Haji 2026, Pemkab Lampung Barat Hibahkan Lahan 900 Meter ke Kemenag
Selasa, 10 Februari 2026 -
Baru Rampung, Proyek Irigasi Rp37,7 Miliar di Lampung Barat Sudah Retak, Warga Soroti Mutu Pekerjaan
Selasa, 10 Februari 2026 -
Dua Pelajar Lampung Barat Sabet Medali Emas di Kompetisi Renang Piala Gubernur Lampung
Senin, 09 Februari 2026 -
Warga Lampung Barat Kembali Keluhkan Jalan Berlumpur di Atar Kuwaw, Hambat Akses Sekolah, Kesehatan dan Ekonomi
Senin, 09 Februari 2026









