Inflasi Lampung Terendah Kedua Nasional, Gubernur Mirza Tekankan Kerja Nyata Jelang Ramadhan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin pertemuan tingkat tinggi (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
memimpin pertemuan tingkat tinggi (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi
Daerah (TPID) Provinsi Lampung terkait upaya menjaga stabilitas harga dan
ketersediaan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri
1447 H/2026 M. Pertemuan lintas sektor ini digelar di Bandar Lampung, Selasa
(10/2/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa lonjakan permintaan
bahan kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan merupakan siklus tahunan
yang harus diantisipasi melalui kerja nyata dan langkah konkret, bukan sekadar
perencanaan di atas kertas.
Ia mengapresiasi capaian Provinsi Lampung yang mencatat inflasi tahunan
terendah kedua secara nasional pada tahun 2025 sebesar 1,25 persen (year on
year). Namun demikian, prestasi tersebut justru menjadi tantangan untuk
dipertahankan di tengah dinamika cuaca dan potensi hambatan distribusi.
“Prestasi ini bukan alasan untuk bersantai. Justru di sinilah ujiannya,
apakah kita mampu menjaga stabilitas saat permintaan meningkat dan distribusi
semakin padat. Pengendalian inflasi menyentuh langsung dapur masyarakat dan
ketenangan ibadah mereka,” tegas Gubernur Mirza.
Untuk itu, Gubernur Mirza memberikan sejumlah arahan spesifik kepada
instansi terkait, antara lain:
Dalam lingkup produksi dan stok pangan, kepada Dinas Ketahanan Pangan,
Peternakan, dan Perikanan Gubernur Mirza secara langsung untuk memastikan
ketersediaan beras, cabai, bawang, daging, telur, dan ikan tetap aman hingga
pasca-Idulfitri berbasis data akurat dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Kemudian untuk stabilisasi harga, Gubernur Mirza meminta Perum Bulog untuk
menyiagakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sementara Dinas Perindustrian dan
Perdagangan diminta aktif melaksanakan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah
di wilayah rawan gejolak harga.
Pada sektor energi dan transportasi, Pertamina, PLN, dan Dinas Perhubungan
diminta menjamin pasokan BBM, LPG, dan listrik, serta memastikan kelancaran
distribusi logistik bahan pokok melalui jalur darat, laut (ASDP Bakauheni), dan
udara.
Terakhir pada sektor pengawasan, Satgas Pangan bersama Polda Lampung dan
Kejaksaan diminta memperketat pengawasan serta menindak tegas praktik
penimbunan dan permainan harga yang merugikan masyarakat.
Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya optimalisasi Kerja Sama Antar
Daerah (KAD) agar benar-benar menghasilkan pergerakan komoditas pangan dari
daerah surplus ke daerah defisit.
“Kita ingin hasil yang terasa di lapangan, bukan hanya bagus di atas slide
presentasi. Tidak ada ruang untuk ego sektoral. Kita semua berada di perahu
yang sama untuk memastikan masyarakat Lampung dapat beribadah dengan tenang dan
harga tetap terkendali,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi peran Bank Indonesia
sebagai mitra strategis dalam pengendalian inflasi daerah dan berharap HLM ini
menghasilkan rencana aksi yang langsung dapat dieksekusi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo
Epyanto menekankan perlunya kewaspadaan terhadap fenomena demand-pull
inflation, yakni kenaikan harga akibat lonjakan permintaan selama Ramadhan dan
Idulfitri.
Ia juga mengapresiasi capaian inflasi Lampung tahun 2025 yang berada di
angka 1,25 persen (yoy), menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah
kedua secara nasional.
“Capaian ini mencerminkan sinergi yang kuat. Namun, kewaspadaan harus terus
ditingkatkan agar tren positif tidak berbalik arah ketika permintaan kebutuhan
pokok meningkat tajam dalam beberapa minggu ke depan,” kata Bimo.
Bank Indonesia, lanjutnya, akan terus mendukung TPID melalui penyediaan
analisis data dan proyeksi komoditas penyumbang inflasi, khususnya kelompok
volatile foods seperti cabai, bawang merah, dan daging, secara real time.
Digitalisasi pemantauan harga juga menjadi fokus untuk mempercepat pengambilan
kebijakan.
Kegiatan HLM kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kesiapan menghadapi
Ramadhan dan Idulfitri 2026 oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi
Lampung, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bulog Lampung, Ditreskrimsus Polda
Lampung, serta Pertamina Regional Lampung, dan diteruskan dengan Diskusi
singkat oleh jajaran peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi Lampung,
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, para wali kota dan bupati/wakil bupati
se-Provinsi Lampung, pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah
Provinsi Lampung, serta jajaran kepala BUMD Provinsi Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
Program MBG Selama Ramadan, MKKS Bandar Lampung Soroti Menu hingga Waktu Pengantaran
Kamis, 05 Maret 2026 -
DPRD Bandar Lampung Sahkan Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Menjadi Perda
Kamis, 05 Maret 2026 -
Pemprov Lampung Pastikan Belanja Pegawai Tetap di Bawah Batas 30 Persen
Kamis, 05 Maret 2026 -
Dari Beras hingga Cabai, Pasar Murah di Bandar Lampung Diserbu Warga
Kamis, 05 Maret 2026









